Agen BRILink di Perbatasan Papua Jadi Solusi Keuangan Warga Berjarak 100 Km dari Kota Merauke

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:50 WIB
Agen BRILink di Perbatasan Papua Jadi Solusi Keuangan Warga Berjarak 100 Km dari Kota Merauke

Di distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, keberadaan layanan perbankan menjadi denyut nadi bagi aktivitas ekonomi warga. Di wilayah yang menjadi salah satu garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, akses menuju pusat Kota Merauke yang berjarak sekitar 100 kilometer bukanlah perkara mudah. Biaya perjalanan yang tinggi dan waktu tempuh yang panjang membuat masyarakat sangat bergantung pada layanan keuangan yang hadir di tengah mereka.

John Al Bugis, seorang warga perbatasan yang juga nasabah pinjaman Bank Rakyat Indonesia (BRI), menyadari betul kebutuhan mendesak tersebut. Melihat kesulitan tetangga dan kerabatnya dalam melakukan transaksi keuangan sederhana, ia memutuskan untuk mengambil peran. Pada tahun 2021, John resmi menjadi Agen BRILink, sebuah program agen perbankan yang menjadi perpanjangan tangan BRI dalam memberikan layanan finansial hingga ke pelosok negeri.

“Saya membuka BRILink karena tinggal di wilayah perbatasan. Masyarakat di sini sangat membutuhkan layanan keuangan, karena jarak ke Kota Merauke sekitar 100 kilometer,” ungkap John.

Selama lima tahun menjalankan usaha ini, John menyaksikan sendiri bagaimana layanan yang ia hadirkan mampu mengubah keseharian warga. Dari sekadar tempat menabung, kiosnya kini menjelma menjadi pusat transaksi ekonomi. Warga dapat melakukan setor dan tarik tunai, transfer uang, hingga membayar berbagai tagihan kebutuhan sehari-hari tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.

“Kemudahan ini menjadi sangat berarti karena membantu aktivitas ekonomi tetap berjalan. Bagi saya, momen paling berkesan adalah ketika manfaat ini dirasakan oleh banyak masyarakat, mulai dari warga sekitar, pelaku usaha lokal, pekerja sektor layanan, hingga petugas yang bertugas di wilayah perbatasan,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, pendampingan dan edukasi yang diberikan oleh petugas BRI turut membantu John mengembangkan usahanya. Keuntungan dari menjadi agen tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarganya, tetapi juga memberinya kesempatan untuk berkontribusi lebih luas. Dari Sota, ia turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui layanan perbankan yang hadir hingga ke garis terdepan Indonesia.

Di tengah menjamurnya pilihan layanan keagenan lain, John tetap berupaya menjaga kepercayaan nasabah. Ia memastikan setiap transaksi berjalan lancar dan biaya layanan yang dibebankan kepada warga tetap terjangkau. “Cara saya agar masyarakat bisa mengandalkan BRILink Agen adalah dengan meyakinkan mereka bahwa BRI telah dipercaya masyarakat selama ini. Selain itu, saya juga menjaga biaya layanan agar tetap bersaing,” jelasnya.

Keberadaan agen di wilayah perbatasan ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan. Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menegaskan bahwa kehadiran BRILink Agen tidak hanya memudahkan transaksi harian, tetapi juga menjaga stabilitas aktivitas ekonomi lokal. “BRI terus berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia, termasuk kawasan perbatasan seperti Sota. Kami akan terus memperkuat ekosistem Agen BRILink melalui pendampingan dan edukasi agar para agen dapat terus memberikan layanan yang optimal sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Hingga akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa, atau mencakup lebih dari 80 persen total desa di Indonesia. Jangkauan yang luas ini memperkuat peran BRILink sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa. Sepanjang triwulan pertama tahun 2026, volume transaksi yang tercatat mencapai Rp420 triliun. Angka tersebut menegaskan posisi BRILink sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi, sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan berbasis biaya (fee based income) BRI yang mencapai Rp459 miliar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar