MPR RI Ajak Generasi Z Banten Perkuat Nasionalisme Lewat Lomba Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:50 WIB
MPR RI Ajak Generasi Z Banten Perkuat Nasionalisme Lewat Lomba Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z di Provinsi Banten, untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan, gotong royong, dan cinta tanah air melalui ajang Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat provinsi pada tahun 2026. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara MPR RI dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) itu resmi dibuka oleh Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Heri Herawan, di Lapangan Balai Kota Tangerang Selatan.

Sebanyak sepuluh sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah aliyah negeri dari berbagai kabupaten dan kota di Banten turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka tidak hanya memperebutkan gelar juara tingkat provinsi, tetapi juga menunjukkan kemampuan terbaik dalam keterampilan baris-berbaris dan pengibaran bendera di hadapan dewan juri yang berasal dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan PPI.

Dalam sambutannya, Heri Herawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, mulai dari Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, hingga Purna Paskibraka Indonesia.

“Atas nama MPR RI dan Sekretariat Jenderal MPR RI, kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas peran, partisipasi, dan dukungan yang diberikan,” ujar Heri dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, LKBB-PB bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Heri menegaskan bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas fondasi gotong royong yang menjadi karakter sekaligus kekuatan utama bangsa. Ia mengingatkan kembali pandangan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menyebut gotong royong sebagai inti dari Pancasila.

“Gotong royong bukan sekadar kebiasaan sosial, melainkan prinsip filosofis yang menandai watak politik bangsa untuk saling membantu, saling menguatkan, dan saling mengisi melampaui batas suku, agama, ras maupun golongan,” katanya.

Menurut Heri, nilai tersebut tercermin dalam setiap gerakan baris-berbaris. Kekompakan langkah, kemampuan menjaga ritme, dan kesediaan menyesuaikan diri dengan tim menjadi wujud nyata semangat persatuan dan kebersamaan. Ia juga mengingatkan makna simbolis yang terkandung dalam pengibaran bendera Merah Putih. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih mencerminkan kesucian niat dan ketulusan perjuangan.

“Berkibarnya bendera di puncak tiang tertinggi menjadi pengingat kolektif atas pengorbanan para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan air mata,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Heri, sikap sempurna, penghormatan kepada bendera, dan kekhidmatan selama upacara tidak boleh dimaknai sekadar seremoni. Seluruh rangkaian upacara merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan jasa para pahlawan. Melalui penyelenggaraan LKBB-PB, MPR RI juga berupaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Heri mengajak para pelajar yang sebagian besar berasal dari Generasi Z untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Sejarah kemajuan Indonesia ke depan akan ditulis oleh generasi yang memilih untuk belajar lebih tekun, bekerja lebih sungguh, dan berbuat nyata bagi sesama. Adik-adiklah yang akan mengangkat martabat dan kejayaan Indonesia di masa depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heri juga mengingatkan besarnya kontribusi tokoh-tokoh Banten dalam sejarah perjuangan bangsa, seperti Sultan Ageng Tirtayasa, KH Syam’un, dan Raden Aria Wangsakara. Menurutnya, semangat perjuangan para tokoh tersebut perlu terus diwariskan melalui kegiatan yang mampu membentuk karakter, disiplin, serta kecintaan terhadap tanah air.

“Penguatan nasionalisme bukanlah proses instan dan tidak lahir dari ruang hampa. Ia harus terus digugah, dipupuk, dan dirawat agar tetap hidup dalam sanubari setiap anak bangsa,” kata Heri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menilai LKBB-PB memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, nasionalis, dan memiliki semangat persatuan.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi keterampilan baris berbaris dan pengibaran bendera semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berjiwa nasionalis serta memiliki semangat persatuan dan cinta tanah air,” ujarnya.

Menurut Pilar, nilai-nilai seperti kekompakan, ketelitian, kepemimpinan, dan kedisiplinan yang ditunjukkan para peserta merupakan modal penting dalam membangun masa depan bangsa. Ia juga mengaku bangga melihat antusiasme peserta dari berbagai daerah di Banten. Hal itu menunjukkan semangat kebangsaan yang kuat sekaligus kesiapan generasi muda untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen mendukung berbagai kegiatan kepemudaan yang berfokus pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah melalui pembinaan generasi muda yang unggul, disiplin, dan cinta tanah air,” kata Pilar.

Melalui LKBB-PB Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, MPR RI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat nasionalisme yang tinggi, serta komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar