Tujuannya jelas: mencegah agresi Rusia. Selain itu, operasi ini juga dimaksudkan untuk melindungi infrastruktur bawah laut yang vital. Pernyataan itu dilansir kantor berita AFP, Sabtu (14/2/2026).
HMS Prince of Wales, kapal perang terbesar milik Angkatan Laut Kerajaan, akan memimpin armada. Bahkan, pesawat-pesawat militer Amerika Serikat pun diperkirakan akan ikut beroperasi dari dek kapal induk megah itu. Ribuan personel angkatan bersenjata Inggris akan terlibat dalam pengerahan skala besar ini.
Di sisi lain, konteks operasinya semakin mendesak. Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa aktivitas ini akan menjadi bagian dari misi Arctic Sentry NATO yang baru saja diluncurkan. Misi itu penting, terutama di wilayah di mana pencairan es laut justru membuka rute-rute baru dan sayangnya, juga meningkatkan potensi ancaman dari aktivitas negara-negara yang dianggap bermusuhan.
Menariknya, Inggris tidak sendirian. Prancis juga sudah mengumumkan rencana serupa. Mereka akan mengerahkan kelompok kapal induknya ke wilayah yang sama pada tahun 2026. Jadi, tahun depan, Atlantik Utara dan Arktik diprediksi akan ramai oleh kehadiran kekuatan militer sekutu Barat.
Artikel Terkait
Gus Ipul: Penyaluran Bansos Dimulai Minggu Ketiga April
Polisi Gerebek Pangkalan Pengoplosan Gas Bersubsidi di Bogor
Komnas HAM Gali Peran TNI dalam Investigasi Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
BPS Temukan 3.934 Penerima Bantuan BPJS Katastropik Meninggal Dunia