"Ini yang ngomong Menko Pangan. Ya, tanggung jawabnya banyak, dapat 27 perintah dari Bapak Presiden. Saya masih bisa turun satu hari 12 sampai 18 acara. Tuh, sampai kurus badannya tuh. Bisa turun ke rakyat 18, sampai 12 sampai 18 acara. Ini karena setengah hari, saya dapat 5 acara. Kalau sampai sore, 12," ucapnya.
Fokus Kunjungan dan Pembangunan Ekonomi Desa
Lebih detail, Zulhas memaparkan apa saja yang menjadi fokus kunjungan kerjanya. Selain memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diterima anak-anak penerima MBG, perhatiannya juga tertuju pada kesejahteraan petani dan nelayan. Ia menegaskan komitmen untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui Koperasi Desa (Kopdes).
"Apa yang saya kunjungi? Anak-anak penerima MBG, aman nggak? Ya kan? Petani-petani kita bagaimana pendapatannya sekarang? Nelayan, kampung nelayan sudah dibangun apa belum? Ya. Kita akan membangun setiap desa pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, namanya Kopdes. Kita cek tiap desa, sudah dibangun apa belum," jelasnya.
Dengan intensitas kerja lapangan yang tinggi itu, Zulhas menegaskan bahwa tugas seorang pembuat kebijakan harus sejalan dengan pemahaman kondisi di akar rumput. Ia bahkan menyelipkan kritik halus dengan mengutip pernyataan publik figur.
"Ya, saya turun ke daerah 4 hari, satu minggu. Satu hari keliling 12 sampai 18 acara. Ini Menko Pangan lho, yang sibuknya banyak, kerjaannya banyak. Jadi kalau anggota DPR enggak sempat turun, keterlaluan kata Rhoma Irama. Terlalu! Betul enggak?," imbuhnya.
Artikel Terkait
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026
Menaker Usulkan Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional
Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%
Menteri Fadli Zon Dukung Rencana Festival Budaya Internasional pada 2026