Bau menyengat masih terasa di udara pagi itu, Sabtu (14/2/2026), di sekitar lokasi gudang pestisida yang terbakar di Tangerang Selatan. Namun, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono memberikan kabar yang sedikit meredakan kecemasan. Menurutnya, bara asap yang sempat membara di dalam gudang akhirnya berhasil dipadamkan.
“Saat ini, tim dari KLH masih di lokasi gudang terbakar. Ada deputi dan beberapa direktur,” ujar Diaz kepada para wartawan.
Ia mengakui, bau kimia yang tajam masih menyengat pagi tadi. Tapi situasinya sudah jauh lebih terkendali dibanding hari-hari sebelumnya.
Penanganan kebakaran bahan kimia seperti ini jelas tidak bisa sembarangan. Menurut Diaz, tim pemadam kebakaran yang datang sengaja menghindari penggunaan air. Alasannya sederhana tapi krusial: mencegah reaksi kimia berbahaya yang bisa saja terjadi.
“Tim damkar sudah datang namun setahu saya tidak melakukan penyiraman dengan air, karena kita khawatir takut ada reaksi asam nitrate dengan air,” jelasnya.
Lalu, apa yang dilakukan? Mereka memilih metode yang lebih aman, yaitu menimbun sumber api dengan pasir. “Tim lalu menimbun dengan pasir untuk menahan senyawa kimia agar tidak menyebar ke udara sekitar,” sambung Diaz.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Runner-up FIFA Series 2026 Usai Takluk Tipis dari Bulgaria
Polda Sumsel Tingkatkan Patroli Pasca-Lebaran Lewat KRYD
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pria Lansia Disiram Air Keras Saat Berangkat Salat Subuh di Bekasi