Jumat siang di Wisma Danantara, Jakarta, Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani tampil di hadapan awak media. Agenda utamanya: membahas outlook ekonomi Indonesia di tahun 2026. Namun, ada satu poin yang ia tekankan dengan nada serius. Menurut Rosan, Presiden Prabowo Subianto baru saja memberi perintah khusus kepada jajaran ekonominya.
Intinya sederhana tapi krusial: jaga kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Caranya? Pemerintah diminta untuk lebih proaktif, terutama dalam menjaga persepsi global. “Kami harus lebih aktif reach out,” ucap Rosan, menyitir arahan langsung dari Presiden.
“Tadi kami berdiskusi dengan Presiden. Jadi memang kalau dilihat banyak sekali keterbukaan yang sangat-sangat positif, tapi kita perlu melakukan sosialisasi ini tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Tentunya ke pihak luar termasuk ke rating agency.”
Ia mengakui, sebenarnya banyak kebijakan yang sudah berjalan dengan baik. Reformasi demi reformasi digulirkan untuk memperbaiki iklim investasi. Tapi, kata dia, semua itu percuma kalau tidak sampai terdengar ke telinga investor dan lembaga pemeringkat internasional. Persoalannya terletak pada komunikasi. Di sinilah letak pekerjaan rumah yang mendesak.
Nah, untuk menjawab arahan itu, pemerintah tak main-main. Mereka akan membentuk sebuah tim khusus yang bersifat lintas kementerian dan lembaga. Tim ini rencananya akan dikomandoi oleh Menko Perekonomian, dan melibatkan OJK, Bursa Efek Indonesia, serta Kementerian Keuangan.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi