Lebih jauh, Presiden menguraikan pendiriannya mengenai cara menangani oknum bermasalah. Dengan analogi yang gamblang, dia menjelaskan logika yang seringkali terbalik dalam menyikapi persoalan ini.
Dia menambahkan bahwa menghadapi konsekuensi seperti itulah yang menjadi risiko dan tanggung jawab seorang pemimpin. Intinya, fokus penindakan harus pada pelaku individual, sementara struktur kepemimpinan dan kelembagaan dijaga untuk tetap berfungsi melakukan perbaikan.
Pesan Ketegaran di Era Digital
Prabowo juga menyampaikan pesan khusus bagi pimpinan Polri untuk bersikap tegar dan tahan banting. Dalam konteks kekinian, ketahanan itu termasuk menghadapi serangan di ruang digital yang kerap dipenuhi narasi negatif.
Penegasan ini diakhiri dengan keyakinan bahwa selama niat dan tindakannya baik bagi rakyat dan negara, seorang pemimpin dapat tetap berdiri dengan bangga. Prabowo menutup dengan apresiasi terhadap prestasi yang telah dicapai.
Artikel Terkait
Kontroversi Penalti Akhiri Upaya Timnas Indonesia di Final FIFA Series
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa
DKI Mulai Bangun Zebra Cross di Tebet, Respons Atas Inisiatif Warga
Guru MTs di Depok Diduga Sebar Brosur Jasa Seksual, Mengidap HIV Sejak 2014