MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan oknum bermasalah di dalam sebuah institusi harus tepat sasaran. Menurutnya, yang perlu ditindak adalah individu pelaku kesalahan, bukan dengan mencopot pimpinan atau membubarkan institusinya secara keseluruhan. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Risiko Profesi dan Ketahanan Pimpinan
Dalam pidatonya, Prabowo mengawali dengan mengakui bahwa Polri kerap menjadi sorotan dan sasaran kritik di berbagai peristiwa. Situasi serupa, menurut pengalamannya, pernah dialami oleh TNI di masa lalu. Dia menggambarkan bagaimana para perwira tinggi pernah menghadapi tuduhan yang berat.
Menyadari dinamika tersebut, Prabowo lantas meminta agar Polri tetap tabah. Menjadi bulan-bulanan publik, dalam pandangannya, merupakan bagian dari risiko yang melekat pada profesi penegak hukum. Pesan ini disampaikan bukan sebagai pembenaran, melainkan sebagai penguatan mental institusi di tengah tekanan.
Artikel Terkait
Kontroversi Penalti Akhiri Upaya Timnas Indonesia di Final FIFA Series
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa
DKI Mulai Bangun Zebra Cross di Tebet, Respons Atas Inisiatif Warga
Guru MTs di Depok Diduga Sebar Brosur Jasa Seksual, Mengidap HIV Sejak 2014