Prabowo Tegaskan: Oknum Bermasalah Ditindak, Institusi Harus Dijaga

- Jumat, 13 Februari 2026 | 12:15 WIB
Prabowo Tegaskan: Oknum Bermasalah Ditindak, Institusi Harus Dijaga

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan oknum bermasalah di dalam sebuah institusi harus tepat sasaran. Menurutnya, yang perlu ditindak adalah individu pelaku kesalahan, bukan dengan mencopot pimpinan atau membubarkan institusinya secara keseluruhan. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Risiko Profesi dan Ketahanan Pimpinan

Dalam pidatonya, Prabowo mengawali dengan mengakui bahwa Polri kerap menjadi sorotan dan sasaran kritik di berbagai peristiwa. Situasi serupa, menurut pengalamannya, pernah dialami oleh TNI di masa lalu. Dia menggambarkan bagaimana para perwira tinggi pernah menghadapi tuduhan yang berat.

“TNI juga dulu jadi sasaran, jenderal-jenderal yang paling hebat, paling jago dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM,” ujarnya.

Menyadari dinamika tersebut, Prabowo lantas meminta agar Polri tetap tabah. Menjadi bulan-bulanan publik, dalam pandangannya, merupakan bagian dari risiko yang melekat pada profesi penegak hukum. Pesan ini disampaikan bukan sebagai pembenaran, melainkan sebagai penguatan mental institusi di tengah tekanan.

Analog Sekolah dan Penanganan Oknum

Lebih jauh, Presiden menguraikan pendiriannya mengenai cara menangani oknum bermasalah. Dengan analogi yang gamblang, dia menjelaskan logika yang seringkali terbalik dalam menyikapi persoalan ini.

“Kalau ada dalam institusi ratusan ribu orang kalau ada nggak bener ya tindak. Saya ibaratkan kalau ada sekolah muridnya ada yang brengsek, ada yang tawuran, ada yang kurang ajar, muridnya. Bukan kepala sekolahnya yang dicopot, keliru itu, terbalik, bukan sekolahnya ditutup,” tegas Prabowo.

Dia menambahkan bahwa menghadapi konsekuensi seperti itulah yang menjadi risiko dan tanggung jawab seorang pemimpin. Intinya, fokus penindakan harus pada pelaku individual, sementara struktur kepemimpinan dan kelembagaan dijaga untuk tetap berfungsi melakukan perbaikan.

Pesan Ketegaran di Era Digital

Prabowo juga menyampaikan pesan khusus bagi pimpinan Polri untuk bersikap tegar dan tahan banting. Dalam konteks kekinian, ketahanan itu termasuk menghadapi serangan di ruang digital yang kerap dipenuhi narasi negatif.

“Kau dikasih bintang di sini (pundak kanan dan kiri), untuk tahan, tahan banting, tahan maki maki, tahan serangan, apalagi serangannya di sosmed ya kan, sosmed itu banyak buzzer, jadi kita harus tegar,” tuturnya.

Penegasan ini diakhiri dengan keyakinan bahwa selama niat dan tindakannya baik bagi rakyat dan negara, seorang pemimpin dapat tetap berdiri dengan bangga. Prabowo menutup dengan apresiasi terhadap prestasi yang telah dicapai.

“Yang jelas kita buktikan kepada rakyat, hari ini saya harus mengatakan bahwa saya bangga, dan puas dengan prestasi ini,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar