Sementara dari panggung global, investor secara hati-hati menanti rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Januari 2026. Inflasi AS diperkirakan melambat menjadi 2,5% secara tahunan, turun dari posisi Desember 2025 sebesar 2,7%. Data ini menjadi penentu penting setelah sebelumnya laporan ketenagakerjaan AS mencatatkan angka yang lebih baik dari ekspektasi.
Rekomendasi Saham dari Analis
Meski berpotensi terkoreksi, pasar tetap menawarkan peluang selektif. Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk diperhatikan investor, di antaranya PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).
Di sisi lain, analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Ia menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan tren naik selama mampu bertahan di atas support minor di level 8.071.
"Indikator MACD menunjukkan kondisi netral," jelas Ivan.
Ia menambahkan, kenaikan menuju area gap di level 8.596 masih terbuka apabila IHSG berhasil menembus resistance di 8.377. Ivan mencatat beberapa level support dan resistance kunci lainnya untuk dipantau.
Dari BinaArtha Sekuritas, rekomendasi saham yang dapat dipertimbangkan antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Artikel Terkait
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu