Jakarta diguncang puluhan aksi tawuran dalam waktu singkat. Hanya dalam 15 hari pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap tidak kurang dari 35 kasus bentrok antar-kelompok di ibu kota dan daerah penyangganya. Yang mengkhawatirkan, dari tangan para pelaku, polisi menyita puluhan celurit panjang.
Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, Direktur Samapta, membeberkan rincian lokasi kejadian. Jakarta Timur jadi wilayah paling rawan dengan 10 kasus. Disusul Jakarta Pusat enam kasus, Jakarta Selatan lima, dan Depok enam kasus. Sementara itu, dua kasus masing-masing tercatat di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Tangerang Selatan, dan Bekasi Kota.
“Jadi pola yang kita lakukan karena kita memperbanyak kegiatan-kegiatan preventif,” jelas Wahyu dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, “Yang biasa terjadi paling banyak di wilayah-wilayah menjadi sasaran kita karena kita prioritas kemarin ada di Pusat, Selatan, maupun Timur. Ini ada pergeseran-pergeseran tadi seperti tadi saya sampaikan, ada 6 yang ada di wilayah Depok. Itu yang kita lakukan.”
Artikel Terkait
Mendagri Terbitkan Aturan WFH Wajib Setiap Jumat untuk ASN Daerah Mulai 2026
Satu Remaja Tewas, Satu Lagi Hilang Tenggelam di Curug Parigi Bogor
Satgas PRR: 5.000 Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rusak Akibat Banjir dan Longsor
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang