Ritsu Doan: Dari Supersub Jadi Andalan Jepang di Piala Dunia 2026

- Jumat, 13 Februari 2026 | 00:15 WIB
Ritsu Doan: Dari Supersub Jadi Andalan Jepang di Piala Dunia 2026

Namun begitu, jalan menuju 2026 tak sepenuhnya mulus. Masalah mulai bermunculan. Beberapa pemain kunci seperti Zion Suzuki, Takumi Minamino, dan Takefusa Kubo sedang berjuang melawan cedera. Di lini depan, Jepang juga masih mencari striker tajam nan konsisten. Pencetak gol terbanyak mereka di kualifikasi, Ayase Ueda, hanya mengemas 8 gol jauh di bawah top scorer AFC.

Di sinilah peran seperti Doan menjadi krusial. Ia bukan lagi sekadar pemain pengganti yang jadi kejutan. Kini, ia diharapkan menjadi sosok yang bisa diandalkan, pemain yang membawa perbedaan saat tim terjepit.

"Saya rasa orang-orang mulai bergantung pada saya. Performa pribadi saya jadi sangat penting," akunya.

"Saya ingin jadi tipe pemain yang membuat timnya menang. Yang bisa diandalkan pelatih dan kawan-kawan, terutama saat keadaan sulit. Tim terbaik selalu punya pemain seperti itu."

Jepang tergabung di Grup F nanti, bersama Belanda, Tunisia, dan satu tim lagi dari play-off Eropa. Tantangannya berat. Tapi Doan dan kawan-kawan punya modal berharga: pengalaman mengalahkan juara dunia.

Bagi Doan, usia bukan penghalang. Yang penting adalah kepercayaan dari pelatih Hajime Moriyasu dan rekan setim.

"Dengan kepercayaan itu, saya merasa bisa terus berkembang. Saya akan masuk Piala Dunia ini dengan semangat yang berbeda, lebih matang," tuturnya.

"Tentu, saya ingin mencetak gol kemenangan. Tapi fokus saya sekarang adalah performa tim secara keseluruhan. Itu yang berubah dalam diri saya."

Dari pemain pengganti yang mencetak gol kejutan, menjadi tulang punggung yang diandalkan. Perjalanan Ritsu Doan mencerminkan perkembangan sepak bola Jepang itu sendiri: siap mengejutkan dunia, sekali lagi.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar