Dia menegaskan kembali komitmen satgas untuk melindungi warga. “Kehadiran kami di sini untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Tidak boleh ada rasa takut ketika warga mencari nafkah atau menjalankan pekerjaan sehari-hari,” lanjutnya.
Penyisiran dan Dugaan Awal Pelaku
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membenarkan kronologi kejadian. Dia juga memberikan gambaran lebih detail tentang respons taktis di lapangan pasca-evakuasi.
“Benar, telah terjadi penembakan terhadap seorang sopir kendaraan tangki air bersih di jalur Dekai menuju Lopon. Korban mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri dan sempat melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri. Setelah menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi, melakukan pengecekan, serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis hingga akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Papua di Jayapura,” jelasnya.
Usai korban diamankan, tim melakukan pembersihan di sekitar lokasi. Mereka menemukan jejak sejumlah orang mencurigakan. “Petugas sempat mendapati tiga hingga empat orang mencurigakan yang kemudian melarikan diri dengan menyeberangi Kali Biru dan masuk ke area hutan,” ungkap Yusuf Sutejo.
Penyisiran dan pengejaran masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan medan yang berat. Berdasarkan analisis sementara, dugaan kuat mengarah pada aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yahukimo. Identitas dan motif pelaku masih dalam pendalaman intensif untuk kepastian hukum.
Pengamanan Diperketat, Masyarakat Diminta Tenang
Menyikapi insiden ini, pengamanan di sepanjang jalur distribusi logistik, terutama untuk kebutuhan pokok seperti air bersih, langsung ditingkatkan. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga diperkuat untuk memastikan pasokan kepada masyarakat tidak terhambat dan berjalan dengan pengawalan yang ketat.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyatakan situasi secara umum tetap terkendali. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Fokus utama saat ini adalah penyelidikan tuntas untuk menangkap pelaku dan memulihkan rasa aman warga.
Artikel Terkait
Iran Klaim Hancurkan Pesawat Mata-Mata AS di Arab Saudi, Washington Belum Konfirmasi
KemenHAM DKI Pantau Kondisi Korban Penyiksaan Kimia, KPK Temukan Wanprestasi Lelang
Prabowo Janjikan Hunian Layak Usai Blusukan ke Bantaran Rel Senen
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo