MURIANETWORK.COM - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) secara resmi mengutuk keras serangan terhadap pesawat Smart Air yang menewaskan pilot dan kopilot di Boven Digoel, Papua Selatan. Tragedi yang menimba Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro Adi Anggoro ini dinilai sebagai pelanggaran keamanan penerbangan yang serius dan telah menarik perhatian dunia internasional.
Kecaman atas Pelanggaran Hukum Penerbangan
Dalam pernyataannya, Ketua IPI Capt. Muammar Reza Nugraha menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan sebuah pelanggaran sistemik terhadap aturan nasional dan internasional. Ia menekankan posisi penerbangan sebagai moda transportasi vital yang menyatukan nusantara dan mendukung perekonomian.
"Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi memilukan tersebut yang telah menyita perhatian bukan hanya pada level nasional, tetapi juga dunia internasional. Penerbangan adalah moda transportasi strategis nasional yang vital bagi Indonesia, yang menghubungkan geografis Indonesia sebagai negara kesatuan, berperan dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun memenuhi kebutuhan pangan, medis, dan roda ekonomi sampai ke penjuru negeri," jelasnya dalam jumpa pers di Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026).
Dasar Hukum yang Dilanggar
Muammar merinci bahwa serangan ini melanggar tiga kerangka hukum utama. Menurut analisis organisasi profesi tersebut, tindakan ini merupakan pukulan terhadap fondasi keamanan penerbangan yang telah dibangun secara global.
"Tindakan tersebut adalah pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 khususnya BAB XIV Keamanan Penerbangan, pelanggaran berat terhadap aturan internasional ICAO Annex 17 tentang security dan pelanggaran berat terhadap Chicago Convention 1944 yang mengatur tentang keamanan penerbangan," tegas Muammar.
Artikel Terkait
KPK Periksa Pengusaha Rokok Terkait Uang di Safe House Ciputat
KPK Periksa Tiga Saksi Baru untuk Telusuri Rantai Perintah Suap Hakim Depok
Kejagung Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di Tuban dan Bojonegoro
Jenazah Terbungkus Plastik Ditemukan di Soppeng, Identitas Masih Misteri