Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru melihat sisi gelapnya. Salah satu yang paling mengkhawatirkan? Maraknya judi online atau yang sering disebut judol.
Hal ini ia sampaikan dalam sambutan pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Kamin lalu. Menurut Sigit, fenomena ini bukan lagi sekadar pelanggaran biasa, melainkan sudah jadi persoalan serius yang menggerogoti bangsa.
"Kita masih diganggu dengan berbagai macam tantangan. Perkembangan teknologi di satu sisi ini juga berdampak kepada kejahatan, dan yang paling marak salah satunya adalah judi online,"
Begitu kata Jenderal Sigit. Ia menekankan, ini adalah tantangan kolektif yang harus dihadapi bersama.
Yang bikin miris, sasaran empuk judol ternyata adalah generasi muda. Kapolri menyebut mayoritas pemainnya masih pelajar dan mahasiswa. Tak cuma di satu wilayah, praktik ini menyebar luas dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Setelah kalangan pelajar, yang paling banyak terlibat adalah karyawan, lalu disusul para wiraswasta.
"Saya kira ini menjadi tantangan kita bersama. Wilayahnya tersebar mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan seterusnya. Pemainnya juga kebanyakan adalah pelajar ataupun mahasiswa, nomor dua karyawan, nomor tiga wiraswasta, dan seterusnya,"
Artikel Terkait
Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun, Subsidi Pertalite dan Solar Tetap Stabil
Konflik AS-Israel-Iran Genap Sebulan, Korban Jiwa Ribuan dan Harga Minyak Melambung
Kejagung Dalami Keterlibatan Pejabat dan Hitung Kerugian Negara di Kasus Korupsi AKT
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah