Tak ketinggalan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu juga ambil bagian. Diskusi yang berlangsung cukup intens ini berupaya memetakan kondisi terkini. Di sisi lain, forum ini juga ingin menunjukkan betapa besarnya potensi Indonesia di kancah persaingan global.
Secara garis besar, acara ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan mutlak diperlukan. Langkah ini penting, mengingat ekonomi syariah Indonesia sendiri sedang naik daun. Perkembangannya pesat, bahkan posisinya sekarang menduduki peringkat keempat dunia.
Faktanya, pertumbuhan aset dan pembiayaan syariah belakangan ini mengesankan. Angkanya disebut-sebut telah melampaui pertumbuhan di sektor konvensional. Potensi besar ini bukan tanpa dasar. Ia didukung oleh ekosistem industri halal yang sudah cukup kuat, merambah dari sektor fashion, makanan, hingga pariwisata.
Namun begitu, bukan berarti jalan sudah mulus. Masih ada pekerjaan rumah yang menumpuk. Penguatan talenta, percepatan digitalisasi keuangan, dan yang tak kalah penting: peningkatan literasi masyarakat. Itulah tantangan utama yang masih harus dioptimalkan. Forum ini, setidaknya, jadi awal yang baik untuk membicarakan semua itu.
Artikel Terkait
Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Butuh Rp20 Triliun
IKUB Jawa Barat 2025 Capai 79,43, Kerukunan Beragama Masuk Kategori Tinggi
Resbob Rencana Kuliah di Unpas dan Minta Maaf ke Gubernur Jabar Usai Sidang
Hyundai Kona Electric Buktikan Mobil Listrik Bisa Jadi Pilihan untuk Mudik