BUMI Cetak Laba Bersih Rp 1,38 Triliun di Tengah Pasar Batubara Lesu

- Senin, 30 Maret 2026 | 15:00 WIB
BUMI Cetak Laba Bersih Rp 1,38 Triliun di Tengah Pasar Batubara Lesu

Di tengah pasar batu bara yang masih lesu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) justru berhasil mencetak kinerja keuangan yang cukup mengejutkan. Sepanjang tahun 2025, emiten tambang ini membukukan laba bersih sebesar USD 81 juta. Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 17.000, angkanya mencapai Rp 1,38 triliun.

Yang menarik, capaian itu naik signifikan, sekitar 20,1%, dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD 67,5 juta. Kenaikan laba ini terjadi justru saat penjualan batubara mereka malah mengalami penurunan. Menurut laporan keuangan yang dirilis Senin (30/3/2026), pendapatan BUMI ternyata masih bertahan di level USD 1,42 miliar. Itu artinya naik 4,8% dari sebelumnya USD 1,35 miliar.

Lalu, bagaimana bisa laba naik tajam? Rupanya, ada beberapa faktor kunci di baliknya. Di satu sisi, produksi batu bara mereka naik tipis 0,2% menjadi 74,8 juta ton. Namun begitu, yang terjual memang turun 2% menjadi 74,6 juta ton.

Yang lebih penting, perusahaan berhasil menekan beban usahanya. Beban itu turun 0,4% menjadi USD 10,79 juta. Hasilnya, laba usaha mereka melonjak luar biasa tepatnya 131,4% menjadi USD 141,3 juta. Margin usahanya pun menguat ke 9,9%.

Dari sisi neraca, posisi keuangan BUMI juga terlihat solid per akhir Desember 2025. Total aset mereka membesar menjadi USD 4,21 miliar. Sementara liabilitas tercatat USD 1,33 miliar dan ekuitas berada di angka USD 1,61 miliar.

Jadi, meski harga komoditas tak bersahabat dan volume penjualan sedikit merosot, BUMI menunjukkan ketangguhan lewat efisiensi dan pengendalian biaya. Hasilnya, laba bersih mereka tetap bisa melesat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar