Di tengah pasar batu bara yang masih lesu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) justru berhasil mencetak kinerja keuangan yang cukup mengejutkan. Sepanjang tahun 2025, emiten tambang ini membukukan laba bersih sebesar USD 81 juta. Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 17.000, angkanya mencapai Rp 1,38 triliun.
Yang menarik, capaian itu naik signifikan, sekitar 20,1%, dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD 67,5 juta. Kenaikan laba ini terjadi justru saat penjualan batubara mereka malah mengalami penurunan. Menurut laporan keuangan yang dirilis Senin (30/3/2026), pendapatan BUMI ternyata masih bertahan di level USD 1,42 miliar. Itu artinya naik 4,8% dari sebelumnya USD 1,35 miliar.
Lalu, bagaimana bisa laba naik tajam? Rupanya, ada beberapa faktor kunci di baliknya. Di satu sisi, produksi batu bara mereka naik tipis 0,2% menjadi 74,8 juta ton. Namun begitu, yang terjual memang turun 2% menjadi 74,6 juta ton.
Yang lebih penting, perusahaan berhasil menekan beban usahanya. Beban itu turun 0,4% menjadi USD 10,79 juta. Hasilnya, laba usaha mereka melonjak luar biasa tepatnya 131,4% menjadi USD 141,3 juta. Margin usahanya pun menguat ke 9,9%.
Dari sisi neraca, posisi keuangan BUMI juga terlihat solid per akhir Desember 2025. Total aset mereka membesar menjadi USD 4,21 miliar. Sementara liabilitas tercatat USD 1,33 miliar dan ekuitas berada di angka USD 1,61 miliar.
Jadi, meski harga komoditas tak bersahabat dan volume penjualan sedikit merosot, BUMI menunjukkan ketangguhan lewat efisiensi dan pengendalian biaya. Hasilnya, laba bersih mereka tetap bisa melesat.
Artikel Terkait
Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun pada 2026
Hong Kong Salip Swiss sebagai Pusat Kekayaan Lintas Batas Terbesar Dunia
Metland Bagikan Dividen Rp74,2 Miliar dari Laba 2025, Setara Rp9,7 per Saham
PT Daaz Bara Lestari Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Berdampak Material pada Kinerja