JAKARTA – Laga perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 tinggal menghitung hari. Menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pelatih baru John Herdman punya satu permintaan khusus kepada publik: penuhi tribun. Dia ingin 80.000 suporter datang dan menyemarakkan SUGBK, menciptakan atmosfer yang bisa mendorong anak asuhnya meraih kemenangan.
Bagi Herdman, ini lebih dari sekadar pertandingan persahabatan. Ini adalah awal dari sebuah babak baru. Debutnya sebagai nahkoda Garuda ingin dibuka dengan catatan manis, tepat di hadapan mata para pendukungnya sendiri. Dukungan mereka, menurutnya, akan jadi bahan bakar yang tak ternilai.
“Ini akan menjadi pertandingan besar,” ujar Herdman saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Selasa lalu.
“Saya berharap semua penggemar, 80 ribu orang bisa datang ke SUGBK. Kami akan berupaya memenangkan FIFA Series.”
Target itu dia sampaikan bukan tanpa sebab. Herdman paham, lawan dari Karibia itu punya potensi untuk memberi kejutan. Makanya, dia menekankan pentingnya timnya tampil dengan energi penuh sejak peluit awal dibunyikan. Dukungan penuh dari tribun diharapkan bisa memicu ledakan semangat itu.
Di sisi lain, persiapan tim sendiri masih berjalan dengan beberapa catatan. Pemusatan latihan memang sudah dimulai sejak Senin, dan Herdman mengaku terkesan dengan semangat yang ditunjukkan para pemain. Intensitas mereka di lapangan dinilainya sudah sesuai harapan.
“Ini suatu kehormatan untuk berada di sini,” katanya, menambahkan bahwa dia kini memahami betul kebanggaan dan tanggung jawab membela Indonesia. Perasaan itulah yang ingin dibawa ke lapangan nanti.
Namun begitu, situasinya belum ideal. Hingga saat ini, baru 15 pemain yang bergabung. Sebagian pemain yang masih membela klub di Eropa belum bisa hadir karena kewajiban kompetisi. Mereka dijadwalkan menyusul belakangan.
Tapi Herdman tak terlalu khawatir. Dia mengklaim sudah mengantisipasi hal ini. Materi taktik dan sistem permainan konon sudah disampaikan lebih dulu kepada para pemain, bahkan sebelum mereka tiba di camp.
“Jadi saat pemain datang ke sini, mereka bekerja. Mereka bekerja untuk kalian, mereka bekerja untuk para penggemar,” tegasnya.
Jadi, semua kini berpusat pada Jumat nanti. Dengan persiapan yang terus dikebut dan harapan akan dukungan massa yang menggila, laga ini menjadi lebih dari sekadar uji coba. Ini adalah panggung pembuktian pertama untuk sebuah era yang baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Yuran Fernandes Bebas Sanksi, Trio Bek Maut PSM Makassar Siap Hadapi Arema FC
Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa Start Posisi ke-14 di Kualifikasi MotoGP Rookies Cup Le Mans
Veda Ega Pratama Tunjukkan Tren Positif di Moto3 Prancis, Optimis Tembus Kualifikasi Q2
PBSI Ungkap Faktor Psikologis Jadi Penyebab Utama Kegagalan Bersejarah Indonesia di Piala Thomas 2026