“Bersih bukan hanya di permukaan. Kita juga harus membersihkan sedimen dan endapan di drainase agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan banjir,” tambah Husniah.
Soal logistik, Pemkab mengklaim siap. Armada dari truk sampah besar hingga kendaraan kecil seperti bak mini dan motor viar sudah disiapkan di tingkat kecamatan. Memang, truk besar jumlahnya terbatas. Tapi itu akan diakali dengan mengoptimalkan kendaraan kecil agar pengangkutan sampah lebih merata dan efektif.
Kolaborasi dengan swasta juga akan digeber. Pemerintah bakal menggandeng pihak swasta atau tokoh masyarakat yang punya armada truk untuk bantu angkut sampah. “Kalau hanya mengandalkan armada Pemda, kita akan kewalahan. Karena itu, kita perlu kerja sama dengan pihak swasta maupun masyarakat yang memiliki armada,” ucapnya.
Peran sekolah pun tak ketinggalan. Sekolah didorong untuk aktif menjaga kebersihan, minimal di area depan sekolah, drainase, dan ruang terbuka hijau yang ada.
Harapannya jelas. Jika semua elemen bergerak bersama dan konsisten, mimpi punya Gowa yang bersih, sehat, dan asri bisa terwujud lebih cepat. “Jika gerakan ini dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, maka cita-cita mewujudkan Gowa yang bersih, sehat, dan indah bukan sekadar mimpi, melainkan dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama,” pungkas Bupati.
Artikel Terkait
Dinkes Flores Timur Siapkan Tujuh Posko Kesehatan untuk Semana Santa
Mantan Danjen Kopassus Gugat Polda Metro Jaya Soal Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun