Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengonfirmasi kejadian tersebut. "Jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio Kecamatan Sibabangun hanyut," tuturnya.
Selain itu, material kayu dan ranting yang terbawa arus menimbulkan hambatan baru. Banyak kayu dilaporkan tersangkut dan menumpuk di sekitar Jembatan Jalan ST Z Tampubolon, yang menghubungkan Kelurahan Aek Tolang Induk dan Aek Tolang. Hal ini berpotensi memperlambat aliran air dan meningkatkan risiko kerusakan pada struktur jembatan.
Masinton Pasaribu menambahkan kondisi di lokasi tersebut. "Air sungai di jembatan Jalan ST.Z Tampubolon antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang banyak kayu tertahan/terhambat," jelasnya.
Pemantauan dan Kondisi Terkini
Kejadian ini mengingatkan kembali pada kerentanan wilayah tersebut terhadap cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang singkat seringkali memicu luapan sungai-sungai di Tapanuli Tengah. Pihak berwenang setempat diduga masih melakukan pemantauan menyeluruh untuk menilai skala kerusakan dan dampak yang dialami masyarakat, sambil bersiaga terhadap kemungkinan perkembangan kondisi cuaca.
Artikel Terkait
MUI Tegaskan Peran Keluarga Krusial Dampingi PP Tunas Lindungi Anak di Dunia Maya
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Diberangkatkan ke TMP Kalibata
AS Kerahkan 3.500 Marinir dan Pelaut ke Timur Tengah via USS Tripoli
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru untuk 29 Maret 2026