AS Kerahkan 3.500 Marinir dan Pelaut ke Timur Tengah via USS Tripoli

- Minggu, 29 Maret 2026 | 12:15 WIB
AS Kerahkan 3.500 Marinir dan Pelaut ke Timur Tengah via USS Tripoli

New York City (ANTARA) – Sekitar 3.500 marinir dan pelaut Amerika Serikat baru saja tiba di kawasan Timur Tengah. Mereka mendarat pada Jumat, 27 Maret, dengan menaiki kapal serbu amfibi USS Tripoli. Pengumuman resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menyusul keesokan harinya, Sabtu (28/3), lewat sebuah unggahan singkat di platform X.

“Pelaut dan marinir AS yang menaiki USS Tripoli (LHA 7) tiba di area tanggung jawab Komando Pusat AS pada 27 Maret,” begitu bunyi pernyataan CENTCOM.

USS Tripoli sendiri bukan kapal sembarangan. Kapal kelas Amerika ini berperan sebagai tulang punggung bagi Grup Siaga Amfibi Tripoli, atau yang juga dikenal sebagai Unit Ekspedisi Marinir ke-31. Kekuatannya cukup signifikan: ribuan personel itu didukung oleh pesawat angkut, pesawat tempur penyerang, serta berbagai aset amfibi lainnya yang siap tempur.

Kedatangan mereka ini bukan hal yang terisolasi. Menurut analisis, ini adalah bagian dari upaya AS yang lebih luas untuk meningkatkan kekuatan militernya di region tersebut. Latar belakangnya jelas, yaitu ketegangan yang terus memanas dengan Iran.

Lalu, apa signifikansi sebuah unit amfibi? Kemampuan mereka cukup fleksibel. Bisa melancarkan serangan dari laut, atau langsung melakukan operasi di darat. Seperti dilaporkan ynetnews.com, unit semacam ini biasanya jadi andalan untuk pengerahan cepat. Misalnya untuk mengamankan titik-titik strategis, melakukan evakuasi, atau bahkan melancarkan serangan ke target di sepanjang pesisir.

Di sisi lain, rencana penguatan pasukan AS mungkin belum berhenti di sini. The Wall Street Journal, sehari sebelumnya, memberitakan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan hingga 10.000 pasukan darat. Tujuannya, memberi Presiden Donald Trump lebih banyak pilihan militer di samping jalur diplomasi.

Pasukan baru itu kemungkinan terdiri dari infanteri dan kendaraan lapis baja. Jika jadi dikirim, mereka akan bergabung dengan sekitar 5.000 marinir dan ribuan pasukan payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang sudah lebih dulu berada di kawasan.

Namun begitu, lokasi penempatan pasti dari pasukan tambahan ini masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, perkiraan banyak pihak, mereka akan ditempatkan dalam posisi yang cukup dekat untuk bisa menyerang Iran termasuk Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak penting negara tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar