Brussel. Langkah terbaru Israel yang memperluas cengkeramannya di Tepi Barat menuai kecaman keras dari Uni Eropa. Menurut blok 27 negara itu, kebijakan sepihak ini dinilai melanggar hukum internasional dan justru berpotensi memicu ketegangan lebih dalam di wilayah yang sudah memanas.
Dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Rabu (11/2/2026), tiga pejabat tinggi UE Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas, bersama Komisioner Dubravka Suica dan Hadja Lahbib tidak sungkan menyuarakan kritik. Mereka melihat keputusan kabinet keamanan Israel itu bisa menggagalkan upaya perdamaian yang selama ini digalang komunitas global.
“Langkah-langkah baru yang disetujui oleh kabinet keamanan Israel untuk Tepi Barat bersifat kontraproduktif dan tidak sesuai dengan hukum internasional,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan kembali posisi lama Uni Eropa: mereka tak pernah mengakui kedaulatan Israel atas wilayah-wilayah yang didudukinya sejak Perang 1967. Sikap ini sejalan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB yang sudah ada.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Kementerian Agama dan BMKG Siapkan 96 Titik Pantau Hilal Jelang Sidang Isbat
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi
Perawat Lansia di Jepang Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo di Bandara Haneda