Di sisi lain, Brussel juga menyoroti dampak lain yang mungkin timbul. Mereka memperingatkan bahwa langkah Israel berisiko mengganggu pelaksanaan Protokol Hebron, kesepakatan rumit antara Israel dan Otoritas Palestina. Jika ini terjadi, keseimbangan sensitif di situs-situs keagamaan yang kerap memicu gesekan bisa benar-benar terancam.
Namun begitu, Uni Eropa rupanya tetap berpegang pada satu harapan: solusi dua negara. Mereka secara tegas mendukung terwujudnya sebuah negara Palestina yang merdeka, demokratis, dan layak secara ekonomi. Negara yang dimaksud haruslah utuh secara teritorial, mampu hidup berdampingan dengan Israel dalam kondisi damai dan aman.
Sebagai penutup, blok Eropa itu menyatakan komitmennya untuk terus bergandengan tangan dengan mitra internasional guna mendorong solusi dua negara menjadi kenyataan. Mereka juga mendesak semua pihak, tanpa terkecuali, untuk menghindari tindakan-tindakan sepihak yang hanya akan memicu ketegangan dan pada ujungnya mengubur peluang perdamaian melalui meja perundingan.
Artikel Terkait
Nasib Ribuan PPPK Terancam Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran
InJourney Pacu Integrasi 6 Lini Bisnis untuk Dongkrak Pariwisata Nasional
Anak NTB di Ujung Layar: Perlindungan Digital Jadi Tantangan Mendesak
Serangan Iran ke Pembangkit Kuwait Tewaskan Pekerja India