Enam nyawa melayang dalam sebuah pesta miras oplosan yang berakhir tragis di Desa Suwawal Timur, Jepara. Peristiwa maut itu terjadi di sebuah warung, dan hingga kini dua orang lagi masih berjuang antara hidup dan mati dalam kondisi yang sangat kritis.
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, mengonfirmasi angka korban dalam konferensi pers di Polres Jepara, Rabu (11/2/2026).
"Korban berjumlah delapan orang," ujarnya.
"Enam di antaranya meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam perawatan intensif."
Soal rumah sakit tempat perawatan, Hadi memilih tak merinci. "Akan kami sampaikan nanti. Kondisi mereka masih kritis dan memerlukan penanganan yang serius," lanjutnya, menekankan situasi yang masih genting.
Korban jiwa berasal dari warga sekitar. Mereka adalah MAZ (33) dan FR (38), keduanya dari Mlonggo. Kemudian S (51), NU (58), dan SH (53), serta ESW (33) yang semuanya berdomisili di Pakis Aji. Sementara dua korban yang masih bertahan diidentifikasi sebagai SN (40) dan HDY (50).
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup banyak. Ada jeriken putih, sebuah galon, dan belasan botol air minum. Tak ketinggalan, alat saringan, pompa air, serta ember dan gelas turut disita. Yang menarik, ditemukan juga susu, madu rasa, dan minuman energi bahan-bahan yang diduga kuat dipakai untuk mengoplos minuman terlarang itu.
Suasana duka kini menyelimuti desa tersebut. Pesta yang seharusnya jadi ajang bersenang-senang justru berubah menjadi petaka, meninggalkan duka bagi banyak keluarga.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Pencurian Laptop dan Ponsel Peserta Rapat di Hotel Bintang Lima Jakarta
Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 Dijadwalkan 17 Februari
Bea Cukai Segel Tiga Toko Perhiasan Mewah di Jakarta Diduga Langgar Administrasi Impor
Banjir Bandang Rendam Enam Kecamatan di Tapanuli Tengah, Jembatan Darurat Hanyut