Di sisi lain, kehadiran puluhan ribu Kopdes ini dipandang Ferry sebagai angin segar bagi penciptaan lapangan kerja. Terutama untuk anak-anak muda. Logikanya sederhana: setiap unit koperasi yang berdiri, secara otomatis akan membutuhkan tenaga dan pikiran baru.
Dan di sinilah peran generasi muda dinilai krusial. Kopdes butuh ide-ide segar, pendekatan yang kreatif, dan model bisnis yang sesuai dengan zaman sekarang. Ferry meyakini, semangat dan cara berpikir kaum mudalah yang bisa menyelaraskan koperasi desa dengan dinamika ekonomi masa kini.
"Mereka lah yang akan membawa Kopdes go digital, atau merancang strategi pemasaran yang lebih kekinian," tambahnya.
Jadi, impiannya jelas: Kopdes Merah Putih bukan sekadar program, tapi mesin penggerak ekonomi desa sekaligus wadah bagi anak muda untuk berkontribusi.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor di Batuceper Saat Dorong Kendaraan Hasil Curian
RSU Muslimat Ponorogo Resmikan Gedung Gus Dur, Perkuat Layanan Ibu dan Anak
GB KEK di Pulau Poto Bintan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Jawab Isu Stagnasi
KPK Sita Belasan Juta Dolar AS di Safe House Kasus Suap Bea Cukai