Angka dari survei terbaru Indikator Politik Indonesia cukup mengejutkan: hampir 73 persen masyarakat merasa puas dengan program Makan Bergizi Gratis. Mendengar kabar ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Lodewyk Pusung, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Bagi dia, ini adalah bukti nyata bahwa program itu mulai dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Ini tentu kesuksesan Presiden Prabowo Subianto. Kami di sini hanya menjalankan perintah beliau," ujar Lodewyk kepada awak media, Rabu lalu.
Ia juga menyampaikan terima kasihnya. "Terima kasih kami sampaikan untuk seluruh anak-anak kami di sekolah," tambahnya.
Namun begitu, Lodewyk tak lantas berpuas diri. Dia justru memandang angka tadi sebagai cambuk. Pihaknya masih sangat membutuhkan dukungan dan pengawasan dari masyarakat luas agar program MBG bisa terus diperbaiki.
"Kami mohon bantuan masyarakat. Bantu kami untuk terus melakukan perbaikan, dan juga mengawasi pelaksanaannya di lapangan," pinta Lodewyk.
Survei yang dimaksud dilaksanakan sekitar pertengahan Januari lalu. Mereka mewawancarai lebih dari seribu dua ratus responden secara tatap muka. Metodenya acak sederhana, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Untuk memastikan kualitas data, tim supervisor melakukan pengecekan ulang secara acak pada 20 persen sampel.
Peneliti utamanya, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan hasilnya dalam sebuah konferensi daring. "Yang puas total 72,8%. Nah, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah," jelas Burhanuddin.
Perubahannya, kata dia, sangat bergantung pada kemampuan BGN dalam menangani berbagai isu. "Tergantung kemampuan untuk memperbaiki, baik kualitas terutama, maupun isu-isu negatif yang selama ini muncul, misalnya isu keracunan. Tapi per hari ini 72,8% puas ya," ucapnya Minggu (8/2).
Artikel Terkait
Arab Saudi Tembak Jatuh 10 Drone di Tengah Eskalasi Konflik Regional
Trader Ritel Indonesia Sering Terjebak Bereaksi Berita Geopolitik di Pasar Forex
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Upacara Militer di Kalibata
MUI Tegaskan Peran Keluarga Krusial Dampingi PP Tunas Lindungi Anak di Dunia Maya