Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya turun tangan. Delapan saham, yang harganya melonjak luar biasa, distop perdagangannya mulai besok. Langkah ini otomatis membekukan transaksi jual-beli untuk sementara waktu.
Yang kena suspensi itu antara lain RLCO, ZATA, BAIK plus warannya, dan HOPE. Lalu ada juga IBOS, INDS, MGNA berikut waran, serta VISI. Saham-saham ini memang belakangan jadi buah bibir di kalangan investor retail.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, bilang ini bentuk perlindungan. "Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, suspensi berlaku di pasar reguler dan pasar tunai sesi I tanggal 21 Januari 2026. Berakhirnya? Tunggu pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Lonjakannya memang gila-gilaan. Ambil contoh RLCO. Saham emiten sarang burung walet ini IPO akhir tahun lalu dengan harga Rp168. Sekarang? Meroket ke Rp8.700-an. Sejak listing awal Desember 2025, kenaikannya tembus lebih dari 50 ribu persen! Angka itu bikin saham IPO lain seperti CDIA dan RATU kelihatan biasa saja.
Di sisi lain, pergerakan ZATA juga fenomenal. Dari level Rp6, saham fesyen ini nyaris menyentuh Rp143. Itu artinya naik lebih dari 22 ribu persen. Meski sempat koreksi, harganya masih bertahan di sekitar Rp115.
Fenomena ini nggak lepas dari kondisi pasar. IHSG sendiri sudah tembus 9.000, didorong kenaikan saham-saham kecil. Namun begitu, situasinya berbeda untuk saham blue chip. Indeks LQ45, yang diisi emiten kapitalisasi besar, cuma naik 6 persen dalam setahun. Jauh tertinggal dibanding IHSG yang melesat 27 persen.
Jadi, suspensi ini seperti rem darurat. BEI sepertinya ingin mendinginkan suasana sejenak, sebelum aksi jual-beli yang terlalu panas ini berujung pada hal yang tidak diinginkan.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Analis Soroti Empat Saham Potensial
Menteri Keuangan Tolak Pinjaman IMF-Bank Dunia USD 30 Miliar, Andalkan Cadangan Negara
Petrosea Lepas Saham Kemilau Mulia Sakti Rp1,73 Triliun demi Fokus Bisnis Inti
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp329,41 Miliar dari 50% Laba Bersih 2025