Unpad Buka Magister PJJ Ekonomi Pertanian dan Ilmu Peternakan untuk Dukung Ketahanan Pangan

- Selasa, 10 Februari 2026 | 20:30 WIB
Unpad Buka Magister PJJ Ekonomi Pertanian dan Ilmu Peternakan untuk Dukung Ketahanan Pangan

MURIANETWORK.COM - Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka pendaftaran untuk dua program studi Magister melalui skema Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Langkah ini diambil untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, khususnya dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Program yang ditawarkan adalah Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan dan Magister Ilmu Peternakan Konsentrasi Manajemen Pembangunan Peternakan.

Komitmen Kualitas Setara dengan Kelas Reguler

Menanggapi kemungkinan keraguan masyarakat terhadap mutu pendidikan daring, Unpad menegaskan bahwa standar pembelajaran PJJ dirancang setara dengan program reguler. Jaminan ini didukung oleh sistem terpadu serta kolaborasi antara Kantor PJJ dan Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran universitas.

Direktur Akademik Unpad, Aliya Nur Hasanah, menjelaskan bahwa infrastruktur digital telah disiapkan secara matang. “Untuk saat ini, program studi (prodi) yang telah diselenggarakan dalam bentuk PJJ yaitu Magister Ilmu Peternakan dan Magister Ekonomi Pertanian, yang keduanya telah memenuhi persyaratan akreditasi minimal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada perbedaan dari sisi kualitas dan capaian pembelajaran antara kelas reguler dan PJJ. Seluruh proses, mulai dari penyediaan bahan ajar hingga ujian, diintegrasikan melalui platform Learning in Virtual Environment (LiVE) Unpad.

“Mulai dari penyediaan bahan ajar, pelaksanaan ujian, hingga model tutorial. Kami juga telah menyiapkan tutor berbasis AI yang banyak melibatkan kegiatan praktikum berbasis responden,” papar Aliya lebih lanjut.

Fleksibilitas dan Akses Luas bagi Berbagai Kalangan

Keunggulan utama program ini terletak pada fleksibilitasnya. Platform LiVE Unpad yang dapat diakses via web dan aplikasi mobile memungkinkan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk mengikuti perkuliahan tanpa kendala geografis.

“Sehingga, mahasiswa yang berada di berbagai wilayah dapat mengakses pembelajaran dengan mudah dan memperoleh pengalaman serta kualitas pembelajaran yang setara dengan perkuliahan tatap muka,” ujar Aliya.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar