Di luar ruang sidang, pengacara Maxwell, David Markus, mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan kondisi tertentu bagi kliennya untuk bersedia berbicara. Pernyataan itu membuka kemungkinan dialog, namun dengan syarat yang politis.
"Nona Maxwell siap untuk berbicara sepenuhnya dan sejujurnya jika diberikan pengampunan oleh Presiden (Donald) Trump," tutur Markus.
Ia menegaskan bahwa hanya kliennyalah yang memiliki penjelasan lengkap mengenai operasi Epstein. "Hanya dia yang dapat memberikan penjelasan lengkap (mengenai tindakan Epstein)," lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Markus juga menyentuh nama-nama besar yang kerap disebut dalam spekulasi publik. "Beberapa orang mungkin tidak menyukai apa yang mereka dengar, tetapi kebenaran itu penting. Misalnya, baik Presiden Trump maupun Presiden (Bill) Clinton tidak bersalah atas pelanggaran apa pun. Hanya Nona Maxwell yang dapat menjelaskan mengapa, dan publik berhak atas penjelasan itu," jelasnya.
Pernyataan pengacara tersebut, sambil menawarkan 'kebenaran', justru mengundang pertanyaan lebih lanjut sekaligus menempatkan bola di pengadilan politik. Penolakan Maxwell untuk bersaksi hari ini memperpanjang misteri dan meninggalkan penyelidikan parlemen dengan teka-teki yang belum terpecahkan.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Anwar Ibrahim di Istana, Bahas Geopolitik dalam Silaturahmi Lebaran
PM Anwar Ibrahim Tiba di Jakarta, Bahas Dampak Konflik Asia Barat dengan Prabowo
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis di Laga Perdana FIFA Series 2026
Prabowo dan Anwar Bahas Stabilitas Global dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta