Kebakaran itu sendiri pertama kali diketahui sekitar pukul 04.30 WIB, dilaporkan oleh petugas keamanan yang sedang berpatroli. Tim damkar pun langsung diterjunkan. Setelah api padam, masalah baru justru muncul. Air bekas pemadaman yang kemungkinan besar telah tercampur bahan kimia dari gudang pestisida itu mengalir ke sungai. Akibatnya, ekosistem di Jaletreng langsung terganggu.
Melihat kondisi itu, polisi tak main-main. Mereka mengeluarkan imbauan keras untuk warga sekitar.
"Imbauan bagi masyarakat yang tadi sempat memanen ikan di sungai Jaletreng untuk tidak dikonsumsi karena dikhawatirkan keracunan,"
tegas Dhady pada Selasa (10/2/2026). Peringatan ini penting, mengingat risiko keracunan bahan kimia dari ikan yang terkontaminasi bisa sangat serius.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, musibah itu dipicu oleh hubungan arus pendek atau masalah kelistrikan di gedung tersebut. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, kerugian material yang diderita masih dalam proses penghitungan. Situasi di sekitar Sungai Jaletreng kini masih dalam pantauan.
Artikel Terkait
Tuchel Panggil Ben White, Tinggalkan Trent Alexander-Arnold untuk Skuad Inggris
Cemburu Pacar, Pria 80 Tahun Dibunuh dan Dibuang ke Sungai Citanduy
Harga RAM DDR4 Melonjak Hampir 9 Kali Lipat, Produsen Beralih Fokus ke Memori AI
Menteri Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Global