Fasilitas seperti rambu penunjuk arah yang jelas masih sangat minim di kedua gunung tersebut. Selain itu, BKSDA masih dalam proses penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian yang komprehensif. SOP ini dinilai krusial untuk meminimalisir potensi kecelakaan dan menjamin keselamatan pengunjung di masa mendatang.
Pengawasan Ketat Berlanjut
Untuk memastikan kebijakan penutupan dipatuhi, pengawasan lapangan terus diintensifkan. Petugas yang merupakan gabungan dari BKSDA, TNI, Polri, serta elemen masyarakat setempat, melakukan patroli rutin. Pengawasan akan semakin diperketat pada momen-momen yang biasanya ramai dikunjungi, seperti peringatan Hari Kemerdekaan dan pergantian tahun.
"Pengawasan terus kami lakukan terutama pada saat momentum krusial seperti 17 Agustus dan pergantian malam tahun baru," ungkap Isroi.
Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam menegakkan aturan konservasi dan, yang lebih penting, melindungi keselamatan jiwa dari bahaya yang mungkin timbul dari pendakian di kawasan yang belum siap dan aman.
Artikel Terkait
Menteri Fadli Zon Canangkan Revitalisasi Menyeluruh Keraton Surakarta
Korlantas Terapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa Sambut Arus Balik Lebaran
Prabowo Janjikan Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen
Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global