Suasana silaturahmi Idul Fitri di Keraton Surakarta Hadiningrat kemarin tak hanya hangat oleh nuansa religius. Momen itu juga dimanfaatkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menegaskan komitmennya: revitalisasi menyeluruh untuk keraton dan kawasan budayanya harus segera digeber.
Fadli bilang, perbaikan fisik bangunan saja tidak cukup. Menurutnya, yang tak kalah penting adalah menguatkan narasi sejarah, memperbaiki tata kelola, dan memanfaatkan teknologi. Tujuannya satu: meningkatkan pengalaman pengunjung.
"Keraton Kasunanan Surakarta ini pusat peradaban Jawa yang punya potensi besar jadi destinasi budaya kelas dunia," ujar Fadli.
Dia ingin kawasan budaya ini hidup, kompetitif, dan berkelanjutan. Harapannya, keraton bisa menjelma jadi destinasi unggulan yang memadukan wisata budaya, sejarah, religi, dan edukasi dalam satu paket yang menarik.
Di sisi lain, statusnya sebagai cagar budaya nasional memang membawa konsekuensi. Tanggung jawab untuk menjaganya bukan hanya ada di pundak keraton, tapi juga semua pihak. Ini sekaligus bentuk pelaksanaan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan.
Usai menyampaikan pidato, Fadli langsung blusukan. Dia meninjau beberapa titik seperti Siti Hinggil dan Museum Keraton untuk melihat kondisi aktualnya. Dari sana, dia bisa menilai potensi dan kebutuhan perbaikan secara langsung.
Tak ketinggalan, kawasan Keraton Kilen juga diperiksa. Area ini rencananya akan jadi prioritas revitalisasi.
"Keraton Kilen punya nilai sejarah yang penting banget. Kita akan lakukan kajian dan perencanaan menyeluruh, targetnya mulai jalan tahun ini," jelasnya.
Ke depannya, kawasan itu diharapkan bisa menjadi semacam museum terbuka yang lebih accessible untuk publik.
Dari internal keraton, dukungan juga mengalir. Panembahan Tedjowulan, yang bertugas melindungi dan mengembangkan kawasan cagar budaya ini, mengajak seluruh keluarga besar keraton untuk bersatu. Kepentingan bersama demi kemajuan dan kelestarian harus diutamakan.
Memang, jalan yang ditempuh masih panjang. Rencana revitalisasi ini akan dilakukan bertahap dan butuh sinergi banyak pihak. Tapi langkah awal sudah diambil. Semangatnya jelas: menghidupkan kembali kejayaan keraton bukan sekadar untuk dilihat, tapi juga dirasakan oleh generasi sekarang dan nanti.
Artikel Terkait
Rizky Ridho Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia untuk Laga FIFA Match Day Lawan Oman dan Mozambik
Polisi Bongkar Modus WO Marwah Tipu 58 Pasangan dengan Iming-Iming Subsidi Gedung dan Kambing Guling, Kerugian Capai Rp2,6 Miliar
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Iran Tangguhkan Negosiasi dengan AS, Kekhawatiran Gangguan Pasokan Kembali Meningkat
Kebakaran di Kemayoran Hanguskan 250 Rumah, Tiga Orang Terluka