MURIANETWORK.COM - Kepolisian Sydney, Australia, terpaksa menggunakan semprotan merica dan gas air mata untuk membubarkan aksi unjuk rasa yang berujung bentrokan pada Senin (9/2) malam waktu setempat. Aksi protes yang menolak kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog itu melibatkan ratusan demonstran dari berbagai kalangan, termasuk wartawan dan lansia, dan berakhir dengan sejumlah penangkapan.
Bentrokan dan Penggunaan Alat Pengendali Massa
Suasana yang awalnya berjalan tertib berubah ricuh ketika sejumlah demonstran berusaha keluar dari area yang telah ditetapkan. Menanggapi situasi yang memanas, personel kepolisian mengambil tindakan tegas. Mereka menyemprotkan merica ke arah kerumunan, yang menurut laporan media lokal mengenai puluhan orang, termasuk beberapa awak media yang meliput di lokasi.
Seorang pria yang ditangkap terlihat kesakitan saat diseret petugas. "Borgolnya terlalu ketat!" teriaknya, suaranya terdengar di tengah keriuhan kerumunan.
Eskalasi Kekerasan dan Korban
Tidak berhenti di semprotan merica, polisi juga melepas gas air mata untuk membubarkan massa. Situasi semakin tidak terkendali dan terjadi kontak fisik. Beberapa demonstran dilaporkan mengalami pemukulan oleh petugas. Sebuah laporan menggambarkan insiden di mana seorang pemuda dipukul di bagian kepala saat sedang dilumpuhkan di tanah dengan tangan terikat di punggungnya.
Meski jumlah pastinya belum dikonfirmasi secara resmi, pihak kepolisian telah menahan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut. Kericuhan ini menjadi catatan kelam dalam serangkaian protes yang digelar kelompok pro-Palestina di berbagai kota Australia menyambut kunjungan Presiden Herzog.
Artikel Terkait
Ratusan Anak Jakarta Nobar Pelangi di Mars, Wagub Rano Karno Dorong Planetarium Jadi Bioskop Edukatif
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan
Debut Herdman di Kandang, Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis