Dalam sebuah operasi militer gabungan yang cukup signifikan, pasukan Amerika Serikat dan Suriah berhasil melumpuhkan 15 lokasi strategis ISIS. Gudang-gudang senjata di selatan Suriah itu dihancurkan hingga tak bersisa.
Menurut keterangan resmi dari Komando Pusat AS atau CENTCOM, serangkaian serangan digelar mulai 24 hingga 27 November. Mereka menggabungkan kekuatan udara dan darat untuk menyerang fasilitas penyimpanan senjata di provinsi Rif Damashq. Hasilnya? Lebih dari 130 mortir dan roket musnah. Belum lagi senapan serbu, senapan mesin, serta material pembuat alat peledak rakitan yang ikut dimusnahkan.
“Operasi gabungan itu menghancurkan lebih dari 130 mortir dan roket, sejumlah senapan serbu, senapan mesin, ranjau anti-tank, dan material untuk membuat alat peledak rakitan,”
Demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip dari Reuters, Senin (1/12).
Di sisi lain, langkah ini tak lepas dari janji Presiden AS Donald Trump untuk mendukung Suriah. Ia sebelumnya bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa pada 10 November. Trump berkomitmen melakukan apa saja agar Suriah berhasil.
Namun begitu, latar belakang Sharaa cukup kompleks. Dia adalah mantan komandan al Qaeda yang pernah disanksi Washington sebagai teroris asing. Beberapa hari sebelum pertemuan dengan Trump, pemerintah Suriah mengklaim telah melancarkan operasi pre-emptive nasional yang menyasar sel-sel ISIS.
Salah satu tujuan utama kunjungan Sharaa ke Washington adalah mendesak pencabutan sanksi AS terhadap negaranya. Dan sepertinya ada sedikit titik terang. Kementerian Keuangan AS mengumumkan perpanjangan 180 hari penangguhan sanksi Caesar.
Tapi jangan terlalu berharap. Soalnya, hanya Kongres AS yang punya wewenang penuh untuk mencabut sanksi itu sepenuhnya. Jadi, meski ada kemajuan, jalan masih panjang.
Artikel Terkait
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Senior
Marc Marquez Juarai Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 Usai Dominasi Penuh dari Start Hingga Finis
Kapten Marseille Leonardo Balerdi Cedera Betis, Tinggalkan Pemusatan Latihan Timnas Argentina
Rachel/Febi Gagal ke Final Usai Dikalahkan Unggulan Pertama China di Semifinal Indonesia Open 2026