Sejak Minggu siang, upaya penanganan darurat langsung digeber. Polres Yalimo berkoordinasi cepat dengan PT Hutama Karya. Perusahaan kontraktor itu lantas memerintahkan subkontraktornya untuk menurunkan alat-alat berat. Tujuannya jelas: mengevakuasi kendaraan yang tertimbun dan membersihkan material tanah yang menutupi jalan.
Namun begitu, proses pembersihan ini tidak bisa dilakukan secara serampangan. Hingga siang tadi, pekerjaan masih berlangsung dengan sangat hati-hati. Kondisi tanah di lokasi masih dianggap labil dan berpotensi memicu longsoran susulan. Keselamatan personel jadi prioritas utama.
Cahyo juga mengeluarkan imbauan keras untuk masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui jalur ini dan tidak mendekat ke titik longsor. Kondisi tanah masih labil dan curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan. Informasi pembukaan akses jalan akan kami sampaikan setelah dinyatakan aman untuk dilalui," jelasnya.
Di lapangan, personel Satlantas Polres Yalimo sudah disiagakan di titik-titik yang dianggap aman. Mereka bertugas mengarahkan pengguna jalan dan mencegah warga mendekati zona bahaya. Upaya pemulihan dan pengamanan terus dilakukan bersama instansi terkait, meski belum ada kepastian kapan jalur arteri ini bisa dibuka kembali.
Artikel Terkait
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta
Polisi Tangkap Pembeli Bayi Hasil Perdagangan Anak di Jeneponto