"Yang sering salah persepsi, dikira kesehatan itu murah, gratis. Padahal kesehatan itu mahal. Cuma ada yang bayarin, begitu,"
katanya lagi dengan nada menerangkan.
Mengenai kuota nasional PBI, Ali menegaskan bahwa angka maksimalnya tetap mengacu pada undang-undang, yaitu 96,8 juta jiwa. Nah, pada tahun 2025 kemarin, sekitar 11 juta peserta sempat dinonaktifkan. Ini dilakukan berdasarkan proses pemutakhiran data yang berjalan.
Namun begitu, reaktivasi ini bukan tanpa persoalan. Persoalan utamanya justru banyak dialami oleh peserta dengan penyakit katastropik. Ambil contoh pasien gagal ginjal yang rutin butuh cuci darah. Bayangkan kesulitan mereka ketika status keanggotaannya terhenti. Secara total, peserta dengan kondisi penyakit berat yang terdampak penonaktifan ini mencapai 120.472 orang. Jumlah yang tidak sedikit dan punya konsekuensi sangat nyata bagi kehidupan mereka.
Artikel Terkait
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha