Presiden Prabowo Subianto kembali menggaungkan perang melawan korupsi. Kali ini, di hadapan ribuan orang, ia menyatakan pemerintahannya tak akan gentar. "Saya tidak akan mundur setapak pun," tegasnya.
Komitmen ini bukan hal baru. Sejak awal memimpin di tahun 2024, Prabowo sudah berulang kali memberi arahan keras. Aparat penegak hukum diminta bertindak tegas. Sasaran utamanya jelas: korupsi, kebocoran anggaran, plus judi online, narkoba, dan penyelundupan. Intinya, tak boleh ada yang kebal hukum. Tak ada ruang untuk 'untouchable'.
Nah, penegasan terbaru ini disampaikan di acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama. Lokasinya di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2/2026) lalu. Dalam sambutannya, Prabowo bercerita tentang 'penemuan'nya setelah menjabat.
"Setelah saya menjabat sebagai presiden, saya pelajari semua data, saya pelajari semua fakta, saya pelajari semua keadaan," ujar Prabowo.
Hasilnya? Dia terkesima. Indonesia dikaruniai kekayaan yang luar biasa melimpah oleh Yang Maha Kuasa. Namun, di sisi lain, ada fakta pahit yang mencuat.
"Ternyata saya menemukan bahwa terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga," lanjutnya.
Artikel Terkait
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan
Ambulans di RSUD Kudus Tak Dikenai Tarif Parkir Rp80 Ribu, Hanya Salah Paham
Sirkulasi Uang Tunai Tembus Rp1.370 Triliun Saat Mudik Lebaran 2026
PBB Usulkan Rencana Rp1,5 Triliun untuk Atasi Krisis Bahan Bakar di Kuba