Ambil contoh Nermin Haljeta. Penyerang asal Slovenia itu terakhir kali mencetak gol pada 31 Oktober 2025 silam, saat PSIM mengalahkan Persik Kediri 2-1. Sejak itu? Hampir empat bulan berselang, namanya tak lagi tercatat sebagai pencetak gol.
Situasi serupa dialami oleh rekan-rekannya di lini serang. Tapi Van Gastel rupanya tak mau buru-buru menyalahkan individu. Ia lebih memilih melihat gambaran besar yang dihadapi skuadnya. Tekanan, dinamika permainan, dan perjalanan tim secara keseluruhan semua itu, dalam pandangannya, turut mempengaruhi produktivitas seorang penyerang.
Jadi, meski catatan kekeringan gol itu nyata dan bisa jadi bahan kritik, Van Gastel mengajak semua pihak untuk melihat lebih dalam. Bukan sekadar soal siapa yang akhirnya menyundul bola ke dalam jala, tetapi bagaimana perjuangan kolektif untuk sampai ke sana.
Artikel Terkait
Pemerintah Tambah AI hingga Konten Digital dalam Subsektor Ekonomi Kreatif
Komnas HAM Desak Perluas Pemeriksaan ke Mantan Kepala BAIS dalam Kasus Penyiraman Aktivis
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga Uji Coba dengan Kemenangan 4-0 di Era Baru John Herdman
Bendera Iran Berkibar di Tengah Badai: Simbol, Makna, dan Pertarungan Identitas