YOGYAKARTA Gol lagi-lagi tak kunjung datang dari lini depan PSIM. Jean-Paul van Gastel, sang pelatih, akhirnya buka suara. Ia mencoba menjawab kegelisahan suporter Laskar Mataram yang bertanya-tanya: kenapa para penyerangnya seakan mandek?
Bagi Van Gastel, menilai kontribusi striker hanya dari angka di papan skor itu terlalu sederhana. Memang, nama-nama seperti Nermin Haljeta, Ezequiel Vidal, atau Deri Corfe sudah lama tak membobol gawang lawan. Tapi, bagi pelatih asal Belanda itu, ada hal lain yang lebih penting untuk dilihat.
"Mereka perlu mencetak gol, itu sudah jelas," akunya.
Namun begitu, ia langsung menambahkan, "Saya pikir Anda harus melihat konteks yang kami jalani sebagai klub, sebagai tim. Dari mana klub ini berasal, dan apa yang tim saya tampilkan."
Artikel Terkait
Pemerintah Tambah AI hingga Konten Digital dalam Subsektor Ekonomi Kreatif
Komnas HAM Desak Perluas Pemeriksaan ke Mantan Kepala BAIS dalam Kasus Penyiraman Aktivis
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga Uji Coba dengan Kemenangan 4-0 di Era Baru John Herdman
Bendera Iran Berkibar di Tengah Badai: Simbol, Makna, dan Pertarungan Identitas