MURIANETWORK.COM - Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, secara resmi memberikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas komitmen dan dukungan nyata dalam percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Apresiasi ini menyoroti peran strategis Indonesia dalam mempersiapkan generasi unggul dan moderat menuju visi Indonesia Emas 2045, terutama bagi ribuan mahasiswa Indonesia yang belajar di lembaga pendidikan Islam tertua di dunia tersebut.
Penghargaan untuk Komitmen Indonesia
Dalam pertemuan dengan delegasi ASFA Foundation, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini, menyampaikan penghargaan tinggi tersebut. Pihak Al-Azhar melihat dukungan Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan sebuah komitmen konkret yang diwujudkan dalam berbagai program pengembangan kapasitas.
“Dukungan ini sangat vital untuk melahirkan ulama yang mumpuni di masa depan,” tutur Ad-Duwaini.
Peran Penting Inisiator dan Filantropi
Kolaborasi antara Al-Azhar dan ASFA Foundation ini juga tidak lepas dari peran sejumlah figur kunci. Syaikh Ad-Duwaini secara khusus menyebut kepedulian berkesinambungan dari Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, H. Samsudin Andi Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, terhadap mahasiswa internasional.
“Kami mendoakan agar Allah senantiasa menjaga beliau (Haji Isam), serta memberikan kemudahan dan taufik dalam segala usahanya. Dukungan beliau terhadap program kolaborasi ASFA dan Al-Azhar sangat dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir ini berawal dari inisiatif Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo. Menurut Ad-Duwaini, fondasi yang diletakkan almarhum telah berkembang pesat menjadi berbagai program strategis, mulai dari pemberian beasiswa, pelatihan, seminar, hingga riset bersama.
Pesan untuk Calon Ulama Masa Depan
Lebih dari sekadar apresiasi, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan visi pendidikan Al-Azhar. Syaikh Ad-Duwaini menekankan pentingnya penguasaan ilmu yang mendalam dan komprehensif bagi para penuntut ilmu. Hal ini dinilai sebagai bekal utama untuk menjawab kompleksitas tantangan zaman.
“Ulama harus menjadi teladan. Jadilah ulama yang membawa nilai wasathiyah (moderat), penuh hikmah, dan santun dalam berdakwah,” tegasnya.
Pesan serupa disampaikan oleh Grand Mufti Al-Azhar, Syaikh Nadhir Ayyadh, yang turut hadir. Ia menambahkan bahwa fatwa keagamaan semestinya memberikan kemudahan bagi umat.
“Namun tetap kokoh memegang prinsip syariat,” pungkas Syaikh Ayyadh.
Statemen dari dua otoritas tinggi Al-Azhar ini menggarisbawahi pendekatan keagamaan yang diusung lembaga tersebut: kokoh dalam prinsip, namun kontekstual dan membawa kemaslahatan dalam penerapannya. Dukungan Indonesia dinilai selaras dengan upaya global Al-Azhar dalam mencetak pemimpin agama yang berwawasan luas dan berkontribusi positif bagi perdamaian dunia.
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diperkirakan Dimulai 19 Februari, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari
NTB Ditunjuk Jadi Sentra Jagung dan Bawang Putih Nasional
PSM Akhiri Paceklik dengan Kemenangan Penting atas PSBS Biak
Organisasi Ulama Internasional Dukung Iran dan Peringatkan Risiko Eskalasi Konflik