Persiapan logistik pun telah disiagakan. Bandara diketahui memiliki stok sekitar 2.700 selimut, 1.500 kasur lipat, dan 1.000 botol air minum. Sementara itu, pemerintah provinsi menambah pasokan dengan 2.158 selimut dan jumlah kasur lipat yang sama untuk mengantisipasi kebutuhan yang membengkak.
Kondisi Cuaca Ekstrem di Jeju
Gangguan penerbangan ini terjadi dalam situasi cuaca yang memang sangat buruk. Otoritas cuaca telah mengeluarkan peringatan hujan salju untuk kawasan pegunungan di Pulau Jeju. Data pengukuran menunjukkan intensitas salju yang luar biasa, khususnya di area sekitar Gunung Hallasan.
“Kawasan di sekitar Gunung Hallasan menerima curah salju hingga 21,5 sentimeter dalam 24 jam terakhir hingga siang hari,” ungkap laporan otoritas cuaca.
Fenomena cuaca ini menggambarkan betapa alam bisa mengacaukan rencana perjalanan dalam skala besar, sekaligus menguji kesiapan dan respons otoritas setempat dalam menangani krisis. Ribuan penumpang kini masih menunggu dengan harapan cuaca segera membaik dan aktivitas bandara kembali normal.
Artikel Terkait
TNI Serahkan Jabatan Kabais Terkait Kasus Penyegelan Aktivis KontraS
Panglima TNI Pimpin Rotasi Besar-Besaran Sejumlah Jabatan Strategis
2.708 ASN Kemensos Absen Usai Lebaran, Diwajibkan Ikuti Apel Khusus
Iran Tegaskan Selat Hormuz Hanya Tertutup bagi Kapal Musuh