Menurut penjelasannya, akar masalahnya ternyata bermula dari dugaan penggelapan. Seorang oknum sopir diduga bekerja sama dengan karyawan gudang. Karena perusahaan harus mengganti rugi konsumen, ya konsekuensinya mereka minta pertanggungjawaban dari karyawan yang diduga terlibat.
“Dikarenakan pihak ekspedisi mengganti kerugian kepada konsumen, maka pihak ekspedisi meminta pertanggung jawaban kepada karyawan-karyawanya ini,” tambah Handam.
Tim Reskrim pun langsung bergerak ke lokasi gudang yang disebut-sebut dalam video. Tapi apa yang mereka temukan? Situasinya jauh dari kesan penyekapan. Para karyawan itu sedang berada di ruang kerja, bersama manajemen dan satpam. Ruangannya pun tidak terkunci. Alih-alih konflik, komunikasi justru sedang berjalan untuk mencari jalan damai.
“Selanjutnya terjadi komunikasi antara pihak ekspedisi dengan karyawan dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan,” ujarnya. Artinya, untuk saat ini tidak ada laporan polisi resmi yang diajukan.
Meski kasusnya cenderung mereda, polisi menyatakan tidak akan berhenti sampai di sini. Handam menegaskan penyelidikan tetap akan dilakukan. Baik untuk mengusut tuntas kabar penyekapan yang beredar luas itu, maupun untuk menelusuri kebenaran dugaan penggelapan barang senilai ratusan juta rupiah. Semuanya masih akan dikupas.
Artikel Terkait
Prabowo Antar Langsung PM Anwar hingga ke Halim, Akhiri Kunjungan dengan Kehangatan
BPJS Ketenagakerjaan: Dana JHT Bisa Dicairkan Sebelum Pensiun dalam Kondisi Tertentu
Ombudsman Beri Tujuh Rekomendasi Perbaikan Layanan Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Kalian
Vonis Kasus Nurhadi Dijadwalkan 1 April 2026