Menurut penjelasannya, akar masalahnya ternyata bermula dari dugaan penggelapan. Seorang oknum sopir diduga bekerja sama dengan karyawan gudang. Karena perusahaan harus mengganti rugi konsumen, ya konsekuensinya mereka minta pertanggungjawaban dari karyawan yang diduga terlibat.
“Dikarenakan pihak ekspedisi mengganti kerugian kepada konsumen, maka pihak ekspedisi meminta pertanggung jawaban kepada karyawan-karyawanya ini,” tambah Handam.
Tim Reskrim pun langsung bergerak ke lokasi gudang yang disebut-sebut dalam video. Tapi apa yang mereka temukan? Situasinya jauh dari kesan penyekapan. Para karyawan itu sedang berada di ruang kerja, bersama manajemen dan satpam. Ruangannya pun tidak terkunci. Alih-alih konflik, komunikasi justru sedang berjalan untuk mencari jalan damai.
“Selanjutnya terjadi komunikasi antara pihak ekspedisi dengan karyawan dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan,” ujarnya. Artinya, untuk saat ini tidak ada laporan polisi resmi yang diajukan.
Meski kasusnya cenderung mereda, polisi menyatakan tidak akan berhenti sampai di sini. Handam menegaskan penyelidikan tetap akan dilakukan. Baik untuk mengusut tuntas kabar penyekapan yang beredar luas itu, maupun untuk menelusuri kebenaran dugaan penggelapan barang senilai ratusan juta rupiah. Semuanya masih akan dikupas.
Artikel Terkait
Beckham Putra Nugraha Bawa Indonesia ke Final FIFA Series 2026
Kapolda Jatim Pantau Arus Balik Lebaran dari Udara, Angka Kecelakaan Turun 37%
Kota Lama Semarang Catat 222 Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
Pemkab Majalengka Wajibkan ASN WFH Setiap Senin untuk Efisiensi Energi