Penulis: Abdul
TVRINews – Tanjung Kalian
Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Kalian akhirnya terasa lebih tenang. Kalau dibandingin dengan suasana semrawut pas puncak mudik dulu, antrean panjang yang bikin pusing sekarang sudah jauh berkurang. Trennya jelas melandai.
Area pelabuhan tak lagi sesak oleh penumpang atau kendaraan. Jumlah pemudik yang menyeberang pelan-pahan menyusut, meski begitu, pihak berwenang nggak lantas berpuas diri. Evaluasi tetap digelar buat perbaikan layanan ke depannya.
Nah, dari hasil pantauan itu, Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung ngasih tujuh rekomendasi penting. Rekomendasi ini lahir setelah mereka duduk bareng dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk ASDP dan KSOP.
Satu hal yang mencolok? Masih banyak banget, sekitar 60 persen, penumpang yang datang ke pelabuhan tanpa tiket yang sudah dipesan. Angka itu menunjukkan sosialisasi dan edukasi, terutama untuk beli tiket online, masih perlu dikebut.
Di sisi lain, fasilitas untuk kelompok rentan juga dapat sorotan. Ruang laktasi yang ada dinilai kurang memadai. Sistem antrean prioritas buat lansia dan penyandang disabilitas pun belum berjalan sebagaimana mestinya.
Untuk jangka panjang, Ombudsman menyinggung soal perlunya pembangunan dermaga baru. Infrastruktur tambahan ini dianggap krusial biar proses bongkar muat kapal lebih cepat. Alhasil, waktu tunggu penumpang bisa dipangkas dan pelayanan jadi lebih efisien.
Chris Fither, Pelaksana Tugas Kepala Ombudsman Bangka Belitung, menegaskan fokus evaluasi mereka ada pada tiga hal: keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang.
“Catatan penting bagi kami adalah bagaimana pelayanan dari tahun ke tahun terus meningkat. Target idealnya sih, nggak ada lagi penumpukan atau keluhan dari penumpang. Tapi kita juga harus realistis, lihat keterbatasan sarana, SDM, plus animo masyarakat yang tinggi. Kami masih bisa memaklumi selama nggak ada kendala yang berarti, karena fokus utama kami tetaplah tiga aspek tadi: keamanan, keselamatan, dan kenyamanan,” ujar Chris.
Dengan tujuh rekomendasi itu, Ombudsman berharap langkah perbaikan segera diambil. Pemantauan akan terus berlanjut sampai seluruh arus balik Lebaran 2026 benar-benar berakhir.
Harapannya jelas: standar pelayanan publik tetap terjaga dan perlindungan maksimal bisa diberikan ke semua pengguna jasa transportasi laut.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Serukan Reformasi PBB dan Dewan Keamanan di Sidang PBB
Pengemudi BYD Denza di Tangerang Ditilang karena Modifikasi Pelat Nomor Mirip Pelat Pejabat
Gereja Santa Theresia Serahkan Sapi Kurban untuk Warga Lewat Rumah Singgah Hurin In
Sapi Kurban Presiden dan Wapres Berbobot 1,3 Ton Curi Perhatian Jemaah Istiqlal