Berdasarkan penjelasannya, target untuk memulai pembangunan struktur sungai cukup ambisius. "Sehingga dengan demikian mudah-mudahan bulan Maret sudah mulai dibuat tanggul oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU yang tanggung jawab," pungkas Pramono.
Signifikansi Normalisasi Ciliwung
Proyek ini bukan sekadar pekerjaan infrastruktur biasa. Normalisasi Ciliwung merupakan bagian krusial dari strategi jangka menengah untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda Ibu Kota. Penghentian proyek sejak tujuh tahun lalu membuat upaya penanggulangan banjir seperti kehilangan salah satu pilarnya.
"Normalisasi Sungai Ciliwung ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Ini sempat terhenti sejak 2017 dan sekarang kita lanjutkan kembali," jelas Pramono dalam kesempatan tinjauan lapangan sebelumnya di Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Pentingnya proyek ini semakin terlihat dari kontribusi Sungai Ciliwung terhadap sistem drainase Jakarta. Dari belasan sungai yang melintasi wilayah ibu kota, hampir separuh aktivitas aliran air terkonsentrasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Fakta ini mempertegas urgensi penanganannya.
"Ciliwung ini hampir 40 persen aktivitas sungai yang ada di Jakarta. Maka normalisasi Ciliwung menjadi sangat penting," tegas Gubernur.
Keberhasilan melanjutkan dan menyelesaikan normalisasi ini akan menjadi ujian nyata bagi koordinasi pemerintah daerah dan pusat, sekaligus menjadi penanda kemajuan dalam mitigasi bencana banjir yang telah lama menjadi momok bagi warga Jakarta.
Artikel Terkait
1.300 Personel Gabungan Amankan Dua Laga FIFA Series di GBK
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Jabatan Kepala BAIS di Tengah Kasus Aktivis
Bappenas Soroti Peran Vital Riset BRIN untuk Dongkrak Produktivitas Peternakan
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 121 FIFA, Geser Malaysia yang Dihukum