MURIANETWORK.COM - Pemerintah mulai mengintensifkan pengawasan terhadap harga dan distribusi sejumlah bahan pokok menjelang Ramadan 2026. Pemantauan yang dipimpin Kementerian Perdagangan ini berfokus pada komoditas kritis seperti beras, gula pasir, dan bawang putih untuk mengantisipasi gejolak harga yang kerap terjadi di bulan suci.
Insentif Digital untuk Dukung Ekonomi Ramadan
Di tengah upaya stabilisasi pasar, muncul inisiatif lain untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong semangat ibadah. Inisiator platform Muslimverse, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan perlunya stimulus ekonomi berbentuk insentif yang langsung menyentuh warga.
“Melalui aplikasi ini, kita menawarkan insentif uang tunai dan hadiah umrah gratis. Ini merupakan untuk memperkuat semangat ibadah sekaligus membantu masyarakat,” tutur Sandiaga, Sabtu, 7 Februari 2026.
Artikel Terkait
John Herdman Awali Era Baru Timnas Indonesia dengan Target Jangka Panjang Piala Dunia 2030
Batas Pelaporan SPT Tahunan Diperpanjang hingga 30 April 2026
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Polandia dan Denmark Lolos ke Final Play-Off Kualifikasi Piala Dunia 2026