MURIANETWORK.COM - Pemerintah mulai mengintensifkan pengawasan terhadap harga dan distribusi sejumlah bahan pokok menjelang Ramadan 2026. Pemantauan yang dipimpin Kementerian Perdagangan ini berfokus pada komoditas kritis seperti beras, gula pasir, dan bawang putih untuk mengantisipasi gejolak harga yang kerap terjadi di bulan suci.
Insentif Digital untuk Dukung Ekonomi Ramadan
Di tengah upaya stabilisasi pasar, muncul inisiatif lain untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong semangat ibadah. Inisiator platform Muslimverse, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan perlunya stimulus ekonomi berbentuk insentif yang langsung menyentuh warga.
“Melalui aplikasi ini, kita menawarkan insentif uang tunai dan hadiah umrah gratis. Ini merupakan untuk memperkuat semangat ibadah sekaligus membantu masyarakat,” tutur Sandiaga, Sabtu, 7 Februari 2026.
Mekanisme Berbasis Konsistensi Ibadah
Program yang digagas bersama Garis Lurus ini dirancang dengan sistem tantangan ibadah harian. Peserta yang secara konsisten mencatatkan aktivitas ibadahnya berkesempatan untuk diikutsertakan dalam undian acak guna memperoleh berbagai hadiah.
Skema semacam ini bukanlah hal baru. Sandiaga menjelaskan bahwa inisiatif tahun 2026 ini merupakan pengembangan dari program serupa di tahun sebelumnya, yang sukses memberangkatkan 30 orang ke Tanah Suci.
Harapannya, program ini bisa berfungsi ganda: sebagai pendamping spiritual selama Ramadan dan sebagai sarana pemberian bantuan finansial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Artikel Terkait
KAI Catat Lonjakan Penumpang Kereta di Jateng-DIY, KA Joglosemarkerto Tembus 110 Ribu
Polres Ngada Hentikan Penyidikan Kasus Kematian Siswa SD di Ngada, Tak Ditemukan Unsur Pidana
Kifata Aftar dan Sania Talita Pimpin Klasemen Sementara Faldo Series Indonesia
Asisten Pelatih Electric PLN: Kemenangan 3-0 Belum Sempurna, Evaluasi Tetap Diperlukan