PM Jepang Takaichi Bubarkan Parlemen, Gelar Pemilu 8 Februari untuk Perkuat Mandat

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00 WIB
PM Jepang Takaichi Bubarkan Parlemen, Gelar Pemilu 8 Februari untuk Perkuat Mandat

Hasil jajak pendapat terbaru, seperti yang dirilis The Asahi Shimbun, tampaknya mengonfirmasi logika politik ini. Survei menunjukkan LDP berpeluang meraih lebih dari 233 kursi untuk mayoritas mandiri, melonjak dari posisi saat ini yang hanya 198 kursi. Secara keseluruhan, blok partai berkuasa diproyeksikan dapat mengamankan lebih dari 300 kursi.

Dukungan Generasi Muda dan Tantangan Ekonomi

Salah satu faktor pendorong popularitas Takaichi adalah dukungan luar biasa dari pemilih muda. Berbeda dari pendahulunya, lebih dari 90 persen pemilih berusia 18 hingga 29 tahun dilaporkan mendukungnya dalam berbagai jajak pendapat. Sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang, Takaichi berhasil menyentuh segmen pemilih yang sering kali apatis ini.

Namun, di balik angka survei yang menggembirakan, tantangan riil mengintai. Menjelang hari pemungutan suara, nilai tukar yen melemah hingga mendekati titik terendah dalam dua pekan. Tekanan pada perekonomian ini menjadi variabel yang berpotensi memengaruhi sentimen pemilih di bilik suara, meski sejauh ini belum menggerus dukungan terhadap sang pemimpin.

Misi Merebut Mayoritas yang Lebih Nyaman

Posisi LDP saat ini hanya menguasai 198 dari 465 kursi adalah warisan dari hasil buruk pemilu 2024 di era kepemimpinan sebelumnya. Kondisi ini membuat partai sangat bergantung pada mitra koalisi barunya, Ishin. Dengan menggelar pemilu sekarang, Takaichi dinilai berupaya mengamankan mayoritas yang lebih jelas dan nyaman bagi koalisi LDP-Ishin. Tujuannya adalah membangun pemerintahan yang lebih stabil untuk menghadapi periode mendatang, sekaligus mengokohkan cengkeramannya sendiri sebagai pemimpin partai dan negara.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar