MURIANETWORK.COM - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memimpin langsung peninjauan ke lokasi tewasnya seekor Gajah Sumatera di areal konsesi PT RAPP, Kabupaten Pelalawan. Insiden yang terjadi pada awal Februari 2026 ini memicu perhatian serius dan kecaman publik, mendorong aparat untuk berkomitmen menuntaskan penyelidikan. Gajah jantan itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka tembak di kepala dan gading yang hilang.
Kapolda Tinjau Lokasi, Tegaskan Komitmen Penuntasan
Irjen Herry Heryawan turun ke lokasi kejadian di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Sabtu (7/2/2026). Kehadirannya didampingi sejumlah pejabat utama Polda Riau, termasuk Dirkrimsus dan Dirkrimum, serta perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, PT RAPP, dan penyidik pegawai negeri sipil Kementerian Kehutanan. Kunjungan ini merupakan respons atas desakan publik yang luas, termasuk kritikan keras di media sosial, untuk mengusut tuntas kematian satwa langka yang dilindungi undang-undang tersebut.
Di tengah suasana hutan yang sunyi, Kapolda menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam. Ia menegaskan bahwa tekanan dari masyarakat sejalan dengan komitmen institusinya untuk menegakkan hukum.
"Kejadian ini sangat melukai satwa yang dilindungi terutama Gajah," ucap Herry Heryawan dengan nada serius.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk konkret dari komitmen tersebut.
"Saya hadir di sini untuk menunjukkan komitmen bahwa saya sama dengan teman-teman yang menyampaikan kecaman terhadap pembunuhan satwa dilindungi ini," tegasnya.
Artikel Terkait
Menkeu Suntik Rp100 Triliun Tambahan ke Perbankan Jaga Likuiditas Jelang Lebaran
Pemkot Mataram Kaji Wajibkan Pejabat Bersepeda ke Kantor
Ledakan Kedua di Pangkalan Irak Tewaskan 7 Personel, Klinik Militer Turut Dihantam
Contoh Rundown Acara Halalbihalal untuk Keluarga, Kantor, hingga Lingkungan RT