Awal Ramadan 2026 Diprakirakan Berbeda, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat 17 Februari

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:45 WIB
Awal Ramadan 2026 Diprakirakan Berbeda, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat 17 Februari

Berbeda dengan dua lembaga sebelumnya, Muhammadiyah telah lebih dulu mengeluarkan keputusan tetap. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, organisasi ini menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan sepenuhnya pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Dengan demikian, jadwal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H juga telah ditetapkan, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026.

BRIN: Pandangan Ilmiah dari Perspektif Astronomi

Dari sisi keilmuan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan analisis astronomis yang mendalam. Peneliti BRIN memprediksi bahwa awal Ramadan 1447 H berpotensi besar jatuh pada 19 Februari 2026. Analisis ini didasarkan pada posisi hilal yang secara ilmiah mustahil untuk diamati pada tanggal 17 Februari.

"Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal/bulan masih di bawah ufuk. Jadi tidak mungkin dirukyat (diamati). Jadi, awal Ramadan pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026," ungkap Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin.

Menghormati Perbedaan yang Telah Menjadi Tradisi

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar