Narasi dari pihak ISIS sendiri tak kalah mengerikan. Dalam klaimnya, kelompok itu menyebut salah satu militannya sengaja menargetkan para jemaah. Dengan rompi peledak, si pelaku bunuh diri konduktor kematian itu disebut telah "menyebabkan banyak kematian dan korban luka-luka".
Lebih dari 169 orang harus dilarikan ke rumah sakit. Gambaran dari lokasi kejadian sungguh memilukan; bangunan berantakan, darah di mana-mana, dan sisa-sisa kepanikan masih terasa. Ini bukan pertama kalinya kelompok radikal itu menebar teror di Pakistan, dan sayangnya, mungkin bukan yang terakhir.
Pakistan sekali lagi berduka. Ledakan di Islamabad ini adalah pengingat pahit betapa rapuhnya kedamaian, dan betapa kejamnya wajah teror yang terus mengintai.
Artikel Terkait
Gempa M 5,2 Guncang Konawe Kepulauan Sulteng
Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari untuk Hemat BBM
Bentrokan Dua Kampung Warna-i Festival Kuluwung di Jonggol
Australia Larang Sementara Kedatangan Warga Iran Terkait Konflik Timur Tengah