Undangan untuk pertemuan bisnis di Eropa pun datang setahun kemudian. Di situlah, kata penyelidik, Derya untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan agen-agen Mossad. Pembicaraan awalnya soal dagang marmer, tapi kemudian mereka menyarankan Derya merekrut Veysel Kerimoglu, warga Turki keturunan Palestina.
Sejak saat itu, hubungan keduanya semakin erat. Mereka diduga mulai aktif berbagi informasi rahasia pada Mossad. Kerimoglu bahkan disebut menerima gaji rutin dari badan intelijen Israel tersebut.
Dengan bantuan Kerimoglu, jaringan Derya di Timur Tengah meluas. Dia membangun hubungan sosial dan bisnis dengan sejumlah warga Palestina yang dikenal vokal menentang kebijakan Israel. Namun, di balik itu semua, informasi mengenai orang-orang tersebut diduga diam-diam dibocorkan kepada Mossad.
Singkatnya, operasi pengawasan yang panjang akhirnya berbuah. MIT merasa punya cukup bukti dan kemudian melakukan penangkapan terhadap kedua pria itu di Istanbul.
Artikel Terkait
Pendiri OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Netanyahu dan Trump Bahas Kesepakatan Baru Usai Operasi Militer di Iran
Arsenal Kehilangan Lima Pemain Inti untuk Jeda Internasional Akibat Cedera
Revisi UU Pemda 2026 Dinanti Jadi Momentum Perbaiki Hubungan Pusat-Daerah